Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

5 Pelatih yang Pernah Tangani Milan dan Inter

Berikut ini adalah lima pelatih yang pernah tangani Milan dan Inter.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Jumat, 05 November 2021
5 Pelatih yang Pernah Tangani Milan dan Inter
Leonardo
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - AC Milan akan menjamu Inter Milan pada laga lanjutan Serie A 2021-2022, di Stadion San Siro, Senin (8/11) dini hari WIB. Menilik ke belakang, ternyata kedua tim pernah dipimpin pelatih yang sama.

Derby della Madonnina kali ini dibumbui dengan persaingan di papan atas. Milan berada pada peringkat kedua, sedangkan Inter bercokol pada posisi ketiga.

Oleh karena itu, Stefano Pioli dan Simone Inzaghi diprakirakan akan mengeluarkan pemain dan taktik terbaik. Tiga poin adalah hal yang wajib didapatkan.

Baca Juga:

Makna Selebrasi Emosional Lukaku di Derby della Madonnina

Kronologi Perseteruan Ibrahimovic dan Lukaku di Derby della Madonnina

3 Derby della Madonnina Paling Seru di Coppa Italia

Menariknya, selain pemain, Inter dan Milan juga pernah merasakan servis pelatih yang sama. Beberapa nama beken mendapatkan kesempatan mengatur penggawa Milan dan Inter.

Berikut ini adalah lima pelatih yang pernah tangani Milan dan Inter.

Giovanni Trapattoni

Ketika masih aktif sebagai pemain, Giovanni Trapattoni adalah legenda AC Milan. Ia menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Rossoneri sebelum akhirnya gantung sepatu pada 1972.

Tak heran, Trapattoni mendapatkan kesempatan menjadi pelatih utama Milan pada awal Oktober 1975. Sebelumnya, ia merupakan asisten dari Gustavo Giagnoni.

Namun, perjalanan Trapattoni hanya bertahan 37 pertandingan. Setelah itu, ia pindah ke Juventus sebelum pada akhirnya menukangi Inter Milan. Trapattoni membawa Nerazzurri juara Serie A, Piala Super Italia, dan Liga Europa.

Luigi Radice

Nama berikutnya kembali datang dari mantan penggawa AC Milan, Luigi Radice. Sang pelatih terlebih dulu menukangi Rossoneri sebelum menuju klub Biru-Hitam.

Dengan rekam jejak membawa Torino juara Serie A 1975-1976, Luigi Radice mendapatkan kepercayaan menukangi AC Milan pada 1981. Namun, karena hasil jeblok yang didapatkan, Radice dipecat pada pertengahan musim. Pada musim itu, Milan pun turun kasta.

Setelah itu, Inter memberikan kepercayaan kepada Luigi Radice untuk memegang kemudi. Radice pun hanya mendapatkan kesempatan satu musim menukangi pasukan La Beneamata.

Alberto Zaccheroni

Nama berikutnya adalah Alberto Zaccheroni. Sang pelatih mencuri perhatian usai membawa Milan meraih Scudetto 1998-1999 pada musim debutnya. Meskipun, catatan tersebut tidak menghindarkan Zaccheroni dari pemecatan pada 2001.

Alberto Zaccheroni kembali ke San Siro, tetapi membela kubu yang berbeda. Inter Milan menunjuk Alberto Zaccheroni sebagai pelatih anyar menggantikan Hector Cuper. Sayangnya, perjalanan mantan pelatih tim nasional Jepang tersebut tidak lama.

Leonardo

Meskipun saat ini menjabat sebagai direktur olahraga Paris Saint-Germain, Leonardo pernah menjadi pelatih pada masa lalu. Hebatnya, Milan dan Inter sama-sama pernah memberikan kepercayaan kepada Leonardo.

AC Milan menunjuk Leonardo sebagai juru taktik pada 2009. Sebelumnya, Leonardo masuk jajaran Milan dengan mengambil peran menjadi pemandu bakat dan direktur teknik.

Namun, perjalanan Leonardo bersama Milan hanya bertahan satu musim. Tak lama berselang, Inter mengangkat Leonardo sebagai pelatih. Hebatnya, ia membawa Nerazzurri juara Coppa Italia.

Stefano Pioli

Daftar berikutnya tentunya tidak asing lagi. Sebab, saat ini Stefano Pioli masih menjabat sebagai pelatih AC Milan.

Stefano Pioli sudah menekuni dunia adu taktik sejak 2000. Ketika itu, pelatih 56 tahun tersebut memimpin tim junior Bologna.

Sebelum menjadi nakhoda Inter, Pioli sempat menukangi Parma, Modena, Salernitana, Sassuolo, dan Lazio. Kemudian, pada 2016, Pioli menyeberang ke Inter Milan.

Namun, Pioli gagal memberikan apa yang diharapkan manajemen Inter. Walhasil, Pioli dipecat dengan hanya mengantongi 27 pertandingan.

Setelah itu, Pioli sempat memimpin Fiorentina sebelum pada akhirnya berlabuh ke Milan sejak Oktober 2019. Capaian tertinggi Pioli sejauh ini adalah membawa Milan kembali berlaga di Liga Champions.

Trivia Sepak Bola Inter Milan AC Milan Breaking News

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Bagikan