Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

5 Momen Menarik dalam Sejarah Derby della Madonnina

Derby della Madonnina edisi ke-195 akan digelar pada akhir pekan ini.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Rabu, 03 November 2021
5 Momen Menarik dalam Sejarah Derby della Madonnina
Duel Ronaldo dan Paolo Maldini di Derby della Madonnina. (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Lanjutan Serie A 2021-2022 pada akhir pekan ini akan dimeriahkan duel antara AC Milan kontra Inter Milan. Laga bertajuk Derby della Madonnina ini dipastikan berlangsung sengit dan menarik.

Duel dua tim sekota ini akan berlangsung di San Siro, Senin (8/11) pukul 02.45 dini hari WIB. Ini menjadi pertemuan ke-195 Milan dan Inter di ajang resmi.

Secara keseluruhan, Inter masih lebih unggul dari Milan. Nerazzurri mengemas 74 kemenangan dan hanya kalah 61 kali serta 59 laga lainnya berakhir imbang.

Baca Juga:

Makna Selebrasi Emosional Lukaku di Derby della Madonnina

Kronologi Perseteruan Ibrahimovic dan Lukaku di Derby della Madonnina

3 Derby della Madonnina Paling Seru di Coppa Italia

Dominasi Inter kian jelas terlihat dari sepuluh pertemuan terakhir di ajang Serie A. La Beneamata hanya kalah sekali dan memenangi enam laga di antaranya.

Namun data statistik tersebut bukan jaminan Inter akan berjaya pada Derby della Madonnina edisi pertama musim ini. Milan kini dalam tren positif dan berada di posisi yang lebih baik di klasemen sementara.

Milan yang akan bertindak sebagai tuan rumah tentu akan tampil ngotot untuk meraih kemenangan. Selain demi gengsi, Rossoneri juga ingin mempertahankan posisinya di puncak klasemen.

Sebelum menyaksikan duel menarik dua tim sekota tersebut, ada baiknya kita melihat kembali momen-momen menarik yang pernah mewarnai Derby della Madonnina. Berikut ini lima di antaranya:

1. Gol Kilat Sandro Mazzola

Sandro Mazzola menandai kiprahnya di Derby della Madonnina dengan sebuah rekor. Mantan penyerang andalan Inter itu tercatat sebagai pencetak gol tercepat dalam sejarah duel duo Milan.

Momen itu terjadi pada Februari 1963. Mazzola membobol gawang Milan hanya 13 detik setelah kick off dilakukan.

Gol ini tidak terjadi secara kebetulan. Para pemain Inter bermain umpan pendek dari kaki ke kaki hingga diselesaikan Mazzola lewat tembakan keras dari kotak penalti.

Sampai saat ini, belum ada pemain lain yang mampu mematahkan rekor Mazzola. Posisi kedua ditempati Jose Altafini yang membobol gawang Inter hanya 25 detik usai kick off pada 26 Maret 1961.


2. Semifinal Liga Champions 2002-2003

Pada awal 2000-an, gengsi Derby della Madonnina kian tinggi. Hal itu tak lepas dari menanjaknya performa Milan dan Inter.

Derby della Madonnina bahkan pernah tersaji di panggung sebesar semifinal Liga Champions 2002-2003. Hal ini menandakan Milan dan Inter menjadi tim yang disegani di Eropa pada periode tersebut.

Pada momen tersebut, Milan bolah menepuk dada. Il Diavolo Rosso sukses melewati tetangganya untuk melaju ke final.

Duel kedua tim sebenarnya berakhir imbang 1-1 secara agregat. Namun Milan berhak lolos berkat aturan agresivitas gol di kandang lawan.

Kesuksesan mengalahkan rival sekota kian sempurna karena Milan sukses menggondol gelar juara. Pada laga puncak, tim asuhan Carlo Ancelotti mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti.


3. Kerusuhan di Perempat Final Liga Champions 2004-2005

Dua musim berselang, Derby della Madonnina kembali tersaji di Liga Champions. Kali ini berlangsung pada babak perempat final.

Seperti biasa, duel kedua tim berlangsung sengit. Namun yang menjadi pusat perhatian adalah perilaku suporter.

Suporter Inter berbuat rusuh pada leg kedua. Mereka melemparkan berbagai botol dan kembang api ke lapangan karena tak puas dengan kepemimpinan wasit.

Hal itu terjadi usai wasit Markus Merk menganulir gol Esteban Cambiasso pada menit ke-71. Para pemain Inter sebelumnya melakukan protes karena menganggap gol itu sah.

Sialnya, salah satu kembang api yang dilempar mengenai kiper Milan, Dida. Wasit kemudian menghentikan pertandingan karena situasi dianggap tidak kondusif.

Milan kemudian dianggap menang WO dan lolos ke semifinal. Sementara Inter dihukum dengan denda dan bermain tanpa penonton sebanyak empat laga di kompetisi Eropa.


4. Mind Games Ibrahimovic vs Julio Cesar

Insiden menarik tersaji pada Derby della Madonnina edisi 6 Mei 2012. Saat itu Zlatan Ibrahimovic dan Julio Cesar terlibat mind games pada situasi tendangan penalti.

Milan mendapat hadiah penalti jelang babak pertama berakhir setelah Julio Cesar melanggar Kevin-Prince Boateng di kotak terlarang. Saat itu kedudukan 1-0 untuk Inter.

Ibrahimovic pun maju sebagai algojo penalti. Namun sebelum melakukan eksekusi, ia mendapat pesan dari Julio Cesar untuk menembak ke arah tengah.

Ibrahimovic kemudian menembak keras ke sisi kiri bawah. Ia kemudian merayakan gol sambil tersenyum ke arah Julio Cesar.

"Julio Cesar berkata kepada saya sebelum penalti untuk menembak keras ke tengah gawang. Jadi setelah saya mencetak gol, saya berkata tidak kepadanya dan sebagai gantinya saya mencetak gol," kata Ibrahimovic usai pertandingan.

Sayang momentum itu gagal dimanfaatkan Milan dengan maksimal. Di akhir laga, Inter keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2.


5. Pertarungan Dua Raksasa

Momen menarik yang masih hangat tersaji di Derby della Madonnina tentu perseteruan Ibrahimovic dan Romelu Lukaku. Kedua pemain bertubuh besar itu bahkan nyaris baku hantam di lapangan.

Momen itu terjadi pada perempat final Coppa Italia 2020-2021, Januari silam. Dalam sebuah momen, Lukaku terlihat marah usai dilanggar oleh Alessio Romagnoli.

Lukaku berniat menghampiri Romagnoli sebelum akhirnya Ibrahimovic yang berdiri tak jauh dari sana meminta sang penyerang untuk diam. Bentrok keduanya pun tak terhindarkan.

Lukaku menghampiri Ibrahimovic dan keduanya sempat beradu kepala sebelum dipisahkan pemain lain. Akibat momen itu, keduanya dikartu kuning.

Perseteruan keduanya berlanjut usai babak pertama usai. Lukaku seolah belum puas dan berniat menghampiri Lukaku.

Keduanya sempat saling ejek dan kembali direlai para pemain lain. Perseteruan ini cukup mengejutkan karena Ibrahimovic dan Lukaku pernah menjadi rekan setim di Manchester United.

Sayang, pertarungan Ibrahimovic dan Lukaku tak sempat berlanjut di sisa laga. Nama pertama mendapat kartu kuning kedua pada awal babak kedua sehingga harus meninggalkan lapangan secara prematur.

Derby della madonnina Inter Milan AC Milan Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Bagikan