Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

5 Laga Final Copa del Rey Paling Menarik

Final Copa del Rey kerap menghadirkan laga berkelas nan dramatis.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Sabtu, 17 April 2021
5 Laga Final Copa del Rey Paling Menarik
Copa del Rey. (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Gengsi Copa del Rey mungkin sedikit berada di bawah LaLiga. Namun turnamen ini tetap merupakan salah satu target klub-klub besar Spanyol untuk dimenangi.

Pada edisi musim 2020-2021 ini, dua tim sudah memastikan tempatnya di laga final. Kedua tim yang dimaksud adalah Athletic Bilbao dan Barcelona.

Dua tim itu layak menyandang status sebagai penguasa Copa del Rey. Barcelona dan Bilbao memang menjadi kolektor terbanyak trofi di turnamen ini.

Baca Juga:

8 Pemain Tersisa dari Final Copa del Rey 2015

Prediksi Athletic Bilbao Vs Barcelona: Berharap Magis Lionel Messi

3 Duel Seru Barcelona Vs Athletic Bilbao di Final Copa del Rey

Barcelona total sudah meraih juara dalam 30 kesempatan. Sementara Bilbao berada di bawahnya dengan koleksi 23 gelar juara.

Final nanti akan menjadi kali keempat Barcelona dan Bilbao bertemu di partai puncak Copa del Rey. Duel nanti menjanjikan sebuah drama yang sayang untuk dilewatkan.

Partai puncak Copa del Rey memang kerap diwarnai duel-duel menarik. BolaSkor.com telah merangkum lima laga final paling menarik seperti di bawah ini:

1. Barcelona 3-2 Real Betis (1997)

Gaya Luis Figo saat merayakan gol kemenangan Barcelona.

Barcelona menantang Real Betis pada final Copa del rey 1996-1997 di Estadio Santiago Bernabeu. Saat itu, kedua tim berstatus penghuni empat besar sehingga ini merupakan duel yang ideal.

Barcelona yang diperkuat deretan pemain bintang lebih diunggulkan untuk keluar sebagai juara. Nama-nama seperti Hristo Stoichkov, Luis Figo, Luis Enrique, hingga Pep Guardiola tentu lebih bersinar ketimbang barisan pemain yang dimiliki Betis.

Namun laga final berlangsung seru karena Betis mampu memberikan perlawanan sengit. Los Verdiblancos bahkan sempat unggul dua kali.

Alfonso membawa Betis memimpin saat laga baru berjalan sebelas menit. Barcelona baru bisa menyamakan kedudukan di penghujung babak pertama lewat tendangan keras Figo.

Betis seperti akan memenangi pertandingan setelah membobol gawang Barcelona untuk kedua kalinya melalui aksi Finidi George hanya delapan menit sebelum waktu normal berakhir. Namun Barcelona dengan cepat mampu membalasnya melalui gol Juan Antonio Pizzi untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Pada babak perpanjangan waktu, Figo menahbiskan diri sebagai pahlawan Barcelona. Pemain berkebangsaan Portugal itu mencetak gol kemenangan hanya lima menit sebelum laga dilanjutkan ke adu penalti.


2. Real Madrid 2-3 Real Zaragoza (2004)

Los Galacticos tak berdaya di hadapan Real Zaragoza.

Kejutan besar tersaji di final Copa del Rey 2004 saat Real Madrid harus takluk dari Real Zaragoza. Hasil ini menjadi salah satu aib terbesar dari skuat mewah Los Galacticos.

Madrid yang diperkuat nama-nama tenar seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, David Beckham, dan Roberto Carlos tentu lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan. Namun fakta yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.

Madrid memang mampu unggul lebih dulu pada menit ke-24 lewat tendangan bebas Beckham. Namun keunggulan itu tak bertahan lama.

Zaragoza mampu menyamakan kedudukan empat menit berselang melalui sepakan Dani Garcia. Tim asuhan Victor Munoz bahkan berbalik unggul di penghujung babak pertama lewat penalti David Villa.

Kedudukan kembali imbang di awal babak kedua. Eksekusi tendangan bebas jarak jauh Roberto Carlos melesat deras ke gawang Zaragoza.

Skor 2-2 bertahan hingga babak kedua berakhir. Pertandingan terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu untuk mencari pemenang.

Petaka bagi Madrid datang di babak kedua perpanjangan waktu. Zaragoza mampu mencetak gol kemenangan melalui aksi Luciano Galletti pada menit ke-112.


3. Real Madrid 1-0 Barcelona 2011

Gol kemenangan Real Madrid yang dicetak Cristiano Ronaldo.

Salah satu rivalitas terpanas Barcelona dan Real Madrid terjadi pada musim 2010-2011. Ketika itu, berbagai drama selalu mewarnai pertemuan kedua tim termasuk pada laga final Copa del Rey.

Ini merupakan episode ketiga dari lima El Clasico yang terjadi pada musim tersebut di semua kompetisi. Madrid dan Barcelona juga sama-sama berambisi meraih trofi.

Hal itu ditunjukkan dengan tampilnya para pemain utama mereka dalam pertandingan ini. Namun persaingan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi kembali menjadi sorotan utama.

Tensi tinggi dan konflik antar pemain menjadi hal yang normal pada El Clasico di musim tersebut. Madrid asuhan Jose Mourinho memang menerapkan permainan keras demi meredam tiki-taka Barcelona racikan Pep Guardiola.

Barcelona mendominasi penguasaan bola, sementara Madrid mengandalkan serangan balik. Namun tidak ada gol yang tercipta hingga waktu normal berakhir sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Pada momen inilah Madrid lebih jeli dalam memanfaatkan peluang. Ronaldo mampu memecah kebuntuan pada menit ke-103 lewat sundulan kepala yang akurat memanfaatkan umpan Angel Di Maria.

Madrid mampu mempertahankan keunggulannya hingga pertandingan usai. Mereka pun sukses meraih kemenangan perdana di El Clasico musim 2010-2011 dan berhak mengangkat trofi juara.


4. Real Madrid 2-1 Barcelona (2014)

Gareth Bale menjadi penentu kemenangan Real Madrid

Tiga tahun berselang, Madrid dan Barcelona kembali berjumpa di final Copa Del Rey. Namun kali ini kedua tim sudah berganti pelatih.

Dalam laga final ini, Barcelona sedikit lebih diunggulkan. Hal itu setelah Madrid dipastikan tampil tanpa diperkuat Cristiano Ronaldo karena cedera.

Namun kenyataan di lapangan tidak seperti yang dibayangkan. Madrid yang ditangani Carlo Ancelotti mampu meladeni permainan Barcelona asuhan Gerardo Martino.

Madrid bahkan mampu unggul lebih dulu saat laga baru berjalan sebelas menit. Angel Di Maria sukses mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan kelengahan di pertahanan Barcelona.

El Barca baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-68. Marc Bartra menaklukkan Iker Casillas lewat sundulan memanfaatkan skema sepak pojok.

Laga seperti akan kembali berlanjut ke perpanjangan waktu sebelum Gareth bale melakukan sebuah aksi sensasional pada menit ke-85. Pemain berkebangsaan Wales itu mencetak gol kemenangan Madrid setelah sebelumnya melewati Bartra dengan cara tak wajar di sisi lapangan.


5. Real Madrid 1-2 Atletico Madrid (2013)

Atletico Madrid bungkam rival sekotanya di Santiago Bernabeu.

Laga penuh drama tersaji saat Real Madrid berjumpa Atletico Madrid di final Copa del rey 2013. Duel ini merupakan salah satu Derby Madrid terbaik sepanjang sejarah.

Madrid sedikit lebih diuntungkan karena tampil di kandangnya sendiri, Estadio Santiago Bernabeu. Namun hal itu tak membuat ciut nyali para pemain Atletico.

Madrid seperti akan memenangi pertandingan dengan mudah saat Cristiano Ronaldo mencetak gol pada menit ke-14. Namun gol itu justru melecut semangat para pemain Atletico untuk tampil lebih baik.

Atletico akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-35 lewat gol Diego Costa memanfaatkan skema serangan balik. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua sehingga laga harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Atletico kemudian mampu mencetak gol kemenangan saat babak perpanjangan waktu baru berjalan delapan menit. miranda mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan memanfaatkan skema sepak pojok.

Di sisa laga, Madrid berusaha keras untuk mengejar ketertinggalannya. Pertandingan pun berjalan semakin panas.

Puncaknya, Ronaldo harus diganjar kartu merah pada menit ke-115 karena melakukan gerakan berbahaya kepada pemain Atletico. Insiden tersebut membuat panas situasi di bangku cadangan sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.

Total 13 kartu kuning dan tiga kartu merah harus dikeluarkan wasit dalam pertandingan ini. Atletico akhirnya bisa mempertahankan kemenangannya hingga laga usai.

Copa del Rey Final Copa Del Rey Trivia Sepak Bola Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Liga Indonesia
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Persija Jakarta resmi merekrut gelandang Jepang Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan kontrak dua tahun. Eks Daegu FC itu diproyeksikan memperkuat lini tengah Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Bagikan