Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

5 Fakta Sejarah Menarik soal Rivalitas AC Milan Vs Juventus

Rivalitas Juventus dan AC Milan sudah terjalin sejak lebih dari 100 tahun silam.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Rabu, 06 Januari 2021
5 Fakta Sejarah Menarik soal Rivalitas AC Milan Vs Juventus
AC Milan vs Juventus (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Lanjutan Serie A 2020-2021 pada tengah pekan ini akan diwarnai duel AC Milan kontra Juventus. Kedua tim punya sejarah rivalitas yang cukup panjang.

Laga yang akan berlangsung di San Siro, Kamis (7/1) pukul 02.45 dini hari WIB, merupakan pertemuan ke-292 sepanjang sejarah rivalitas Milan dan Juventus. Duel ini diyakini akan lebih seru ketimbang beberapa musim terakhir.

Kebangkitan Milan yang musim ini belum terkalahkan menjadi salah satu alasannya. Selain itu, Rossoneri kini juga berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara Serie A.

Baca Juga:

5 Laga Klasik Bersejarah AC Milan Vs Juventus

Nama Baru di Bursa Transfer AC Milan, Mohamed Simakan

Laju Milan Akan Diuji Juventus, Pioli Ogah Ambil Pusing

Kondisi tersebut membuat Milan lebih diunggulkan dalam pertandingan ini. Apalagi mereka akan bermain di depan publik sendiri.

Namun Juventus tidak akan mengalah begitu saja. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan pasti akan ngotot meraih kemenangan demi menjaga peluang meraih gelar.

Saat ini Juventus tertinggal sepuluh poin dari Milan. Kalah dalam pertandingan ini akan membuat mereka harus melupakan mimpi untuk kembali berjaya di akhir musim.

Sebelum menyaksikan sengitnya duel kedua tim, ada baiknya melihat fakta-fakta menarik terkait sejarah rivalitas Milan dan Juventus. Berikut lima di antaranya:

1. Juventus Raja Serie A tapi Milan berkuasa di Eropa

AC Milan

Status Juventus sebagai penguasa Italia tak perlu diragukan lagi. Si Nyonya Tua merupakan kolektor Scudetto terbanyak dengan 36 buah.

Juventus bahkan mampu mendominasi Serie A selama sembilan musim terakhir. Sementara Milan hanya mampu mengoleksi 18 Scudetto yang terakhir kali diraih sepuluh tahun silam.

Namun peruntungan kedua tim berbanding terbalik di Eropa. Pada ajang Liga Champions, Milan jauh lebih sukses ketimbang Juventus.

Milan sudah mengoleksi tujuh gelar juara di liga antarklub terelite Eropa. Sebaliknya, Juventus baru dua kali merasakan nikmatnya mengangkat trofi.

Kedua tim pernah bertemu di partai final edisi 2002-2003. Namun Milan membuktikan sebagai tim Italia terbaik di Eropa dengan mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti.


2. AC Milan satu-satunya klub yang mampu menjuarai Serie A tanpa terkalahkan selama satu musim

AC Milan 1991-1992

Juventus memang memiliki Scudetto lebih banyak ketimbang Milan. Namun klub asal Turin itu belum mampu menyamai rekor sang rival yang tak terkalahkan selama satu musim penuh.

Momen tersebut terjadi pada musim 1991-1992. Milan keluar sebagai juara dengan mengoleksi 22 kemenangan dan 12 kali imbang.

Sampai saat ini, tidak ada klub Italia lain yang mampu melakukan hal serupa. Termasuk Juventus yang begitu superior dalam sembilan musim terakhir.


3. Milan memenangi pertemuan pertama kontra sJuventus

Skuat AC Milan tahun 1901

Rivalitas Milan dan Juventus sudah berlangsung selama lebih dari 100 tahun silam. Keduanya pertama kali bertemu pada 28 April 1901.

Dalam pertandingan tersebut, Milan keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Tiga gol kemenangan Il Diavolo Rosso dicetak oleh Ettore Negretti (dua gol) dan Herbert Kilpin.


4. Kemenangan terbesar menjadi milik Milan

Rivalitas Milan dan Juventus biasa diwarnai dengan duel-duel sengit. Hal itu membuat skor pertandingan kedua tim kerap berakhir ketat.

Namun pada tahun 1912, Milan pernah menghancurkan Juventus dengan skor 8-1. Pertandingan tersebut menjadi duel dengan selisih gol paling jauh dalam sejarah pertemuan kedua tim.

Skor tersebut juga merupakan kekalahan terbesar kedua dalam sejarah Juventus. Sementara yang terbesar dialami ketika takluk 0-8 dari Torino, setahun setelahnya.


5. Juventus unggul secara head to head

Juventus vs AC Milan

Juventus memang harus kalah di pertemuan pertama dan menelan kekalahan terbesar saat bertemu Milan. Namun bukan berarti mereka harus merasa inferior di hadapan sang rival.

Sebaliknya, Juventus jauh mengungguli Milan dalam rekor pertemuan. Kedua tim tercatat sudah bertemu sebanyak 291 kali di semua kompetisi.

Dari jumlah tersebut, Juventus mencatatkan 108 kemenangan, sedangkan Milan menang 95 kali. Sementara 88 duel sisanya berakhir imbang.

Trivia Sepak Bola AC Milan Juventus Serie a Breaking News

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Piala Dunia
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
FIFA resmi menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk memimpin pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Duel Inggris vs Argentina Dipimpin Wasit Ismail Elfath, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
Liga Indonesia
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Persija Jakarta resmi merekrut gelandang Jepang Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan kontrak dua tahun. Eks Daegu FC itu diproyeksikan memperkuat lini tengah Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Persija Rekrut Kyohei Yoshino dari Cerezo Osaka dengan Skema Transfer
Bagikan