Piala Dunia

3 Misteri Tak Terpecahkan di Piala Dunia, Nomor 3 Menyangkut Indonesia

Sepanjang sejarah bergulirnya Piala Dunia, ada tiga misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini, berikut daftarnya.
BolaSkorBolaSkor - Jumat, 22 Mei 2026
3 Misteri Tak Terpecahkan di Piala Dunia, Nomor 3 Menyangkut Indonesia
Striker Brasil, Ronaldo Nazario, di Piala Dunia 1998. (Laman resmi FIFA)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 akan menjadi edisi ke-23 pesta sepak bola dunia itu bergulir.

Piala Dunia tahun ini tercatat dalam sejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara. Tentu sepanjang pagelaran Piala Dunia banyak sisi menarik dari dalam maupun luar lapangan hijau. Terutama soal misterinya.

Baca Juga:

Kilas Balik Piala Dunia 1958: Awal Cerita Sang Raja, Pele, dan Kejayaan Brasil yang Menghapus Trauma Maracanazo

Kumpulan Lagu Resmi Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Ada Sheila On 7 hingga Shakira

8 Kontroversi Besar dalam Sejarah Piala Dunia

Sejak pertama kali diadakan tahun 1930, Piala Dunia menyimpan tiga misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan. Apa saja itu?

BolaSkor.com telah merangkumnya dalam ulasan tiga misteri Piala Dunia yang belum terpecahkan hingga saat ini. Berikut ulasannya:

1. Misteri Hilangnya Trofi Jules Rimet

Replika trofi Jules Rimet. (Sumber Foto: Twitter Resmi FIFA)

Trofi Piala Dunia saat ini merupakan buatan dari seniman Italia yang sudah wafat, yakni Silvio Gazzaniga. Trofi ini digunakan pertama kali pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Jerman Barat keluar sebagai pemenang pertama.

Trofi ini menggambarkan dua sosok manusia memegang bumi. Trofi tersebut terbuat dari emas 18 karat dan beralaskan malasit.

Sebelum itu, trofi Piala Dunia pertama kali justru bernama Victory, yang kemudian diganti nama dengan Jules Rimet. Jules Rimet merupakan Presiden FIFA ketiga yang menjadi pencetus digelarnya Piala Dunia. Trofi itu menggambarkan Nike, dewi Yunani yang melambangkan kemenangan.

Sayangnya, trofi tersebut sekarang ditelan bumi. Tidak ada yang tahu keberadaannya hingga sekarang. Trofi tersebut dicuri seseorang di Brasil.

Brasil menjadi negara yang berhak memegang permanen trofi tersebut sebelum diganti. Pasalnya, Brasil negara pertama yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Terakhir saat menjadi juara Piala Dunia 1970. Hingga saat ini, tidak ada yang tahu soal keberadaan trofi tersebut.

2. Misteri Ronaldo di Piala Dunia 1998

Ronaldo tertunduk lesu setelah Brasil kalah dari Prancis di Final Piala Dunia 1998. (Sumber Foto: Zimbio)

Ronaldo datang ke Piala Dunia 1998 sebagai sosok pemain andalan timnas Brasil di lini depan. Pemain berjuluk The Phenomenon ini datang ke Piala Dunia 1998 dengan bekal 34 gol bersama Inter Milan. Jumlah gol tersebut diraihnya pada musim perdananya bersama klub Italia tersebut.

Brasil berhasil dibawanya ke final Piala Dunia 1998 bertemu dengan tuan rumah Prancis. Namun, tidak ada yang menyangka soal kondisi Ronaldo menjelang final.

Namun, beberapa jam jelang laga final, sosok Ronaldo tak terlihat di kubu Brasil. Bahkan namanya sempat tak tercantum dalam daftar pemain yang bakal diturunkan. Beredar kabar Ronaldo sang fenomena dikabarkan kejang-kejang, mulutnya berbusa, dan tak sadarkan diri di kamar hotelnya.

Tak ada seorang pun yang mengetahui apa yang menimpa Ronaldo. Roberto Carlos yang saat itu menjadi teman sekamarnya pun tak bisa menjelaskan apa yang terjadi. Carlos hanya mengatakan selepas makan siang, semua pemain kembali ke kamar. Tiba-tiba seluruh tubuh Ronaldo bergetar.

Edmundo, pemain Brasil lain yang menyaksikan kejadian juga berbagi apa yang dilihatnya. "Dia terbaring, bergetar, dan memukuli dirinya sendiri. Mulutnya berbusa. Seluruh tubuhnya bergetar."

Pertolongan pertama kemudian diberikan pemain Brasil lain, Cesar Sampaio. Dia membuka mulut Ronaldo dan mencegah sang bintang menelan lidahnya. Setelah itu, Ronaldo tertidur. Tim dokter Brasil meminta rekan-rekannya tak berbicara apapun saat Ronaldo bangun. Namun, para pemain lain sudah terlanjur terkejut, tegang, dan syok.

Akhirnya setelah didesak oleh Leonardo, tim dokter memberitahu Ronaldo apa yang menimpanya dan sang bintang harus menjalani tes. Ronaldo boleh bertanding jika lolos tes tersebut. Saat tim Brasil berangkat ke stadion, Ronaldo dilarikan ke sebuah klinik di Paris. Sekitar 40 menit jelang laga dimulai, Ronaldo muncul dan meminta pelatih Mario Zagallo untuk memainkannya.

Ronaldo pun bermain. Namun gagal membawa Brasil menjadi juara. Prancis mengalahkan Brasil 3-0. Sampai saat ini tidak ada yang tahu penyebab Ronaldo kejang-kejang, begitupun sang pemain.

3. Misteri Timnas Indonesia di Piala Dunia 1938

Tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938. (Sumber Foto: Twitter Resmi FIFA)

Indonesia menjadi negara pertama Asia yang mengikuti Piala Dunia, tepatnya pada tahun 1938. Hal itu sudah diakui FIFA sebagai induk sepak bola dunia.

Namun, ketika itu, nama Indonesia masih Hindia Belanda. Maklum, Indonesia masih dalam jajahan Belanda. Tim Hindia Belanda ikut Piala Dunia 1938 di Prancis di bawah naungan federasi sepak bola Hindia Belanda, Nederlandcshe Indische Voetbal Unie (NIVU).

Tim Hindia Belanda berangkat ke Prancis menggunakan kapal laut "Baluran".

Dengan memakan waktu perjalanan selama satu bulan, tim Hindia Belanda sampai di Genoa, Italia. Selanjutnya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api ke Belanda dan Prancis, demikian laporan surat kabar mingguan yang terbit di Batavia (Jakarta), Java Bode.

Para pemain dihuni suku Jawa, Maluku, Tionghoa, Indo-Belanda, serta pelatihnya yang asal Belanda, Johannes Christoffel van Mastenbroek. Kaptennya merupakan seorang dokter pribumi bernama Achmad Nawir.

Laporan koran Perancis L’Equipe, edisi 6 Juni 1938, menyebutkan para pemain tim Hindia Belanda seperti kurcaci saat menghadapi Hungaria pada 5 Juni 1938. Sayang, Hindia Belanda harus gugur usai dicukur Hungaria 6-0 (4-0). Maklum, saat itu Piala Dunia masih menggunakan sistem gugur.

Menurut laporan FIFA, laga tim Hindia Belanda kontra Hungaria digelar 5 Juni 1938, pukul 5 sore waktu setempat, di Stadion Velodorme, Kota Reims, Prancis. Sekarang stadion tersebut sudah berubah nama menjadi Stadion Auguste Delaune.

Pertandingan ini dipimpin wasit asal Perancis, Roger Conrie, serta dua orang hakim garis Carl Weingartner (Jerman), dan Charles Adolphe Delasalle (Perancis). Disaksikan sekitar 9 ribu orang penonton. Tim Hungaria menggunakan kostum serba putih, sementara Hindia Belanda menggunakan kaos oranye, celana pendek putih, dan kaus kaki biru muda.

Setelah itu, Hindia Belanda menggelar pertandingan uji coba melawan Belanda di Amsterdam, 26 Juni 1938. Hindia Belanda kalah 2-9.

Selanjutnya, Hindia Belanda pulang ke Indonesia menggunakan kapal laut "Baluran" pada tanggal 1 Juli 1938. Tiga pekan kemudian berlabuh di Pelabuhan Tanjuk Priok. Setelah itu, tidak ada yang tahu bagaimana kabar skuat Hindia Belanda.

Tercatat hanya kiper, Mo Heng Tan, yang sempat lulus seleksi untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam laga persahabatan melawan klub dari Singapura pada 1951.

Lalu kisah tragis menimpa Frans Alfred Meeng. Ia tenggelam bersama kapal Jepang Junyo Maru yang ditenggelamkan oleh kapal selam Inggris pada 18 September 1944, menurut laporan Java Post. Sisanya tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan hidupnya.

Berikut skuat Hindia Belanda di Piala Dunia 1938:

Kiper: Tan "Bing" Mo Heng (HCTNH Malang), Jack Samuels (Hercules Batavia)

Belakang: Dorst, J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS Soerabaja), Frans G. Hu Kon (Sparta Bandung), Teilherber (Djocoja Djogjakarta)

Tengah: G.H.V.L. Faulhaber (Djocoja Djogjakarta), Frans Alfred Meeng (SVBB Batavia), Achmad Nawir (HBS Soerabaja), Anwar Sutan (VIOS Batavia), G. van den Burgh (SVV Semarang)

Depan: Tan Hong Djien (Tiong Hoa Soerabaja), Tan See Han (HBS Soerabaja), Isaac "Tjaak" Pattiwael (VV Jong Ambon Tjimahi), Suvarte Soedarmadji (HBS Soerabaja), M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV Jong Ambon Tjimahi), R. Telwe (HBS Soerabaja), Herman Zomers (Hercules Batavia)

Pelatih: Johannes Mastenbroek (Belanda)

Trivia Piala Dunia Ronaldo Ronaldo Nazario Brasil Timnas Brasil Timnas Indonesia Piala Dunia Piala Dunia 2026 Trivia Sepak Bola Feature Piala Dunia

BolaSkor

Admin Bolaskor.com
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Timnas
Indonesia Incar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Waspadai Geliat Naturalisasi Malaysia dan Vietnam
Timnas Indonesia targetkan juara FIFA ASEAN Cup 2026. PSSI terus waspadai gelombang naturalisasi Malaysia dan Vietnam.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Indonesia Incar Juara FIFA ASEAN Cup 2026, PSSI Waspadai Geliat Naturalisasi Malaysia dan Vietnam
Ragam
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Brentford vs Chelsea menjanjikan laga seru di Premier League. Simak lima alasan yang membuat duel ini layak dinanti, dari hujan gol hingga H2H.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
5 Alasan Mengapa Brentford vs Chelsea Layak Dinanti, Menjanjikan Laga Seru di Premier League
Timnas
Timnas Indonesia Hadapi Negara Timur Tengah di FIFA Matchday November
Timnas Indonesia dijadwalkan melakoni laga tandang ke Timur Tengah pada FIFA Matchday November. Yordania jadi salah satu calon lawan.
Gazza Roosaryatama - Kamis, 17 September 2026
Timnas Indonesia Hadapi Negara Timur Tengah di FIFA Matchday November
Timnas
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Kelme resmi merilis jersey ketiga Timnas Indonesia dengan warna biru muda dan motif bunga melati. Jersey tersedia dalam versi Player Issue dan Replica.
Rizqi Ariandi - Kamis, 17 September 2026
Kelme Luncurkan Jersey Ketiga Timnas Indonesia, Usung Nuansa Laut dan Bunga Melati
Liga Dunia
Gara-gara Cristiano Ronaldo, Pelatih Al Nassr Ribut dengan Reporter
Pelatih Al Nassr, Ange Postecoglou, terlibat adu mulut dengan reporter usai kekalahan 0-4 dari Al Ain demi membela dan pasang badan untuk Cristiano Ronaldo.
Arief Hadi - Kamis, 17 September 2026
Gara-gara Cristiano Ronaldo, Pelatih Al Nassr Ribut dengan Reporter
Timnas
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Jay Idzes mengalami cedera otot quadriceps paha kiri saat Sassuolo melawan Juventus. Bek Timnas Indonesia itu diperkirakan absen 4-6 pekan.
Rizqi Ariandi - Rabu, 16 September 2026
Jay Idzes Terancam Absen di FIFA ASEAN Cup 2026 karena Cedera saat Lawan Juventus
Ragam
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Harry Kane punya tiga alasan kuat untuk memenangkan Ballon d'Or 2026, dari dominasi di Jerman hingga performa impresif bersama Timnas Inggris.
Arief Hadi - Selasa, 15 September 2026
3 Alasan Mengapa Harry Kane Seharusnya Memenangi Ballon d'Or 2026
Ragam
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
AS Roma memuncaki klasemen Serie A 2026/2027 dengan rekor sempurna. Simak 5 alasan Giallorossi melaju kencang bersama Gasperini dan Donyell Malen.
Johan Kristiandi - Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Timnas
FIFA ASEAN Cup 2026: 4 Pilar Utama Terancam Absen, Erick Thohir Minta John Herdman Siapkan Plan B
Timnas Indonesia terancam tampil tanpa 4 pilar di FIFA ASEAN Cup 2026 akibat cedera. Erick Thohir minta John Herdman siapkan skema alternatif.
Gazza Roosaryatama - Selasa, 15 September 2026
FIFA ASEAN Cup 2026: 4 Pilar Utama Terancam Absen, Erick Thohir Minta John Herdman Siapkan Plan B
Spanyol
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Lamine Yamal mengaku tidak bahagia dengan penampilannya meski membawa Spanyol juara Piala Dunia 2026. Ia merasa masih bisa tampil lebih baik.
Arief Hadi - Senin, 14 September 2026
Terungkap, Lamine Yamal Tidak Bahagia meski Juara Piala Dunia 2026 dengan Spanyol
Bagikan