Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

3 Lawan Adu Taktik Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di Piala Asia U-19 2020

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Uzbekistan, Iran, dan Kamboja di fase grup Piala Asia U-19 2020.
Frengky AruanFrengky Aruan - Sabtu, 08 Agustus 2020
3 Lawan Adu Taktik Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di Piala Asia U-19 2020
Shin Tae-yong. (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Piala Asia U-19 2020 akan digelar di Uzbekistan 14-31 Oktober. Kejuaraan ini akan menjadi salah satu ajang bagi Shin Tae-yong untuk unjuk kemampuan sebagai manajer dan pelatih Timnas Indonesia.

Ramuan Shin Tae-yong juga dinanti kala Timnas senior melanjutkan Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023. Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand 8 Oktober sebelum menjamu Uni Emirat Arab pada 13 Oktober atau satu hari sebelum Piala Asia U-19 resmi digulirkan. Laga lain di kualifikasi, yakni menantang Timnas Vietnam di Hanoi pada 12 November.

Shin Tae-yong sendiri sudah memiliki cukup pengalaman di level U-19 atau U-20. Pada 2016, ia ditunjuk menjadi pelatih Timnas Korea Selatan U-20 untuk Piala Dunia U-20 2017 di Korea Selatan.

Shin Tae-yong ditunjuk menggantikan An Ik-soo yang memilih mundur pascahasil kurang bagus Korea Selatan di Piala Asia U-19 2016.

Baca Juga:

Pelatih Iran Bisa Meraba Timnas Indonesia U-19

Ikuti Pertemuan dengan Presiden FIFA dan AFC, Federasi Uzbekistan Sebut Piala Asia U-19 Sesuai Jadwal

Shin Tae-yong setidaknya akan beradu taktik dengan tiga pelatih di Grup A Piala Asia U-19 2020. Lawan yang akan dihadapi tentu bertambah jika Indonesia mulus melangkah. Siapa saja?

1. Timur Kapadze (Timnas Uzbekistan U-19)

Timur Kapadze. (UFA)

Timur Kapadze memulai karier kepelatihan setelah menyatakan pensiun di akhir musim 2017. Pada 15 Februari 2018, ia diangkat menjadi pelatih interim.

Posisi tersebut dipegangnya hingga kehadiran Hector Cuper, yang mengambil alih kursi pelatih kepala pada Agustus 2018. Ia setidaknya memimpin empat laga persahabatan Uzbekistan hingga Juni 2018 masing-masing melawan Senegal, Maroko, Iran, dan Uruguay. Catatannya yakni satu kali seri dan tiga kekalahan.

Timur Kapadze yang cukup populer sebagai pemain kemudian melanjutkan karier sebagai staf pelatih Tashkent Lokomotiv. Paruh pertama 2019, ia memimpin tim junior Tashkent Lokomotiv. Ia membawa tim junior memimpin liga, namun Juni 2019 memilih meninggalkan jabatan. Pada September 2019, ia menjadi asisten pelatih Timnas Uzbekistan, Vadim Abramov.

Desember 2019, Timur Kapadze ditunjuk menangani Timnas Uzbekistan U-19. Penunjukkannya pasca penyelidikan Komite Disiplin AFC terhadap tim pelatih yang dipimpin Otabek Gulyamkhodjaev atas sikap saat bertemu dengan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Asia U-19.

Timur Kapadze sudah memiliki waktu bersama skuat Timnas Uzbekistan U-19 sejak Januari 2020. Ia juga sudah menguji taktiknya sekaligus kesiapan tim dalam laga melawan Timnas Bulgaria U-19, Levski Sofia, Shakhtar U-21, Timnas Rusia U-19.

Timur Kapadze terus memoles skuat asuhan. Pascapandemi, ia menggelar pemusatan latihan pada Juni dan berlanjut pada Agustus.

Baca Juga:

Winger Persija Jakarta Bicara Persaingan Posisi Sayap di Timnas Indonesia U-19

Segrup Timnas Indonesia U-19, Iran Memulai Persiapan dengan Kabar Tiga Pemain Positif Virus Corona

2. Parviz Mazloumi (Timnas Iran U-19)

Parviz Mazloumi. (FFIRI)

Parviz Mazloumi merupakan pelatih berpengalaman di Iran. Ia memulai karier kepelatihan di Poora, sebelum pindah ke Esteghlal mengambil peran sebagai asisten pelatih di bawah Mansour Pourheidari .

Pelatih yang kini berusia 65 tahun itu menangani Saba Battery, yang kala itu merupakan tim baru. Ia berhasil membawa timnya promosi dari Divisi Kedua ke Liga Azadegan.

Mulai Juli 2005, ia menangani Sanat Naft Abadan dan mengundurkan diri satu tahun kemudian. Ia kemudian menangani tim cadangan Timnas Iran, atau Iran B. Bersama Iran B, ia merasakan titel juara WAFF Championship 2007 atau Piala AFF-nya negara Asia Barat.

Di Aboumoslem, ia menyelamatkan klub dari degradasi. Sementara bersama Mes Kerman, ia membawa tim promosi ke ACL untuk pertama kali.

Raksasa Iran Esteghlal kemudian ditangani pada musim 2010-2011. Ia memberi pembuktian di klub ini. Adapun di Liga Champions Asia 2011, ia gagal membawa Esteghlal lolos dari fase grup.

Ia kembali memberi pembuktian lewat kemenangan atas rivalnya Persepolis dalam derbi untuk ketiga kali, sebelum kabar doping menerpa dua pemainnya.

Gahar Zagros, Aluminium Hormozgan menjadi klub berikut yang ditangani. Itu sebelum pulang ke Mes Kerman pada musim 2013-2014 dan Esteghlal 2015-2016.

Parviz Mazloumi tercatat baru menangani Timnas Iran U-20. Ia baru ditunjuk pada 24 Juli 2020, sekaligus menggantikan Sirous Pourmousavi yang mundur awal Juni. Persiapan langsung digelar pada awal Agustus.

Baca Juga:

Pelatih Timnas Iran U-19 yang Jadi Lawan Indonesia Beberkan Persoalan Menyambut Piala Asia U-19

Lawan Timnas Indonesia U-19 yang Kurang Diperhitungkan Mulai Panaskan Mesin

3. Koji Gyotoku (Timnas Kamboja U-19)

Koji Gyotoku. (FFC)

Pelatih asal Jepang ini memulai karier kepelatihan di Shimizu S-Pulse. Ia datang pada 2003 menggantikan Takeshi Oki. Sosok yang pernah berbaju Werder Bremen II ini berhasil memimpin tim ke semifinal Piala Liga dan Piala Emperor.

Koji Gyotoku kemudian menjadi pelatih Timnas Bhutan pada 2008. Ia membawa Bhutan ke semifinal Piala SAFF (Federasi Sepak Bola Asia Selatan). Ia juga membawa Bhutan menempati posisi ketiga dan keempat di AFC Challenge Cup 2008 dan 2010.

Kariernya di Asia berlanjut di klub Liga Divisi 1 Thailand, Angthong, namun pada awal 2016 ia ditunjuk menangani Timnas Nepal.

Timnas Nepal tampil bagus dan punya performa meningkat di Kualifikasi Piala Asia 2019. Koji Gyotoku kemudian dipecat setelah diketahui memasuki Nepal dengan visa turis, tanpa izin surat resmi.

Koji Gyotoku sudah memimpin Timnas Kamboja U-19 sejak 2019, termasuk di Kualifikasi Piala Asia U-19 2020 pada November 2019. Ia membawa Kamboja menjadi runner-up Grup G di babak kualifikasi dengan sembilan poin, berbeda tiga poin dari Thailand yang harus puas di posisi ketiga.

Di tangannya Kamboja lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2020 dengan status runner-up terbaik kelima.

Koji Gyotoku diketahui terus mempersiapkan Timnas Kamboja U-19. Ia memoles lagi timnya sejak pertengahan Juli dan lanjut lagi pada awal Agustus.

Trivia Sepak Bola Timnas Indonesia U-19 Piala Asia U-19 Breaking News Uzbekistan Iran Kamboja

Berita Terkait

Jadwal
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Cara menonton Prancis vs Spanyol secara gratis pada semifinal Piala Dunia 2026. Simak jadwal live TVRI, jam tayang, link live streaming, preview pertandingan, dan analisis kekuatan kedua tim.
Johan Kristiandi - Rabu, 15 Juli 2026
Cara Menonton Semifinal Piala Dunia 2026 Prancis vs Spanyol Secara Gratis, Live Sebentar Lagi
Piala Dunia
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
John Terry membandingkan Jude Bellingham dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa, Zinedine Zidane.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Gendong Timnas Inggris, Jude Bellingham Disebut Mirip Zinedine Zidane
Piala Dunia
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Menurut mantan kapten Chelsea John Terry, kualitas skuad Inggris saat ini lebih baik dibandingkan sang juara bertahan, Argentina.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Punya Skuad Lebih Baik daripada Argentina, Saatnya Inggris Juara Lagi
Piala Dunia
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Pelatih Prancis Didier Deschamps menilai Spanyol masih layak disebut sebagai favorit juara Piala Dunia 2026 jelang pertemuan kedua tim di babak semifinal.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Sebut Spanyol Favorit Juara, Didier Deschamps Prediksi Laga Spektakuler di Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Usianya baru 19 tahun, tetapi Pau Cubarsi sudah menjadi sosok tak tergantikan di lini belakang Spanyol.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Prancis vs Spanyol: Pau Cubarsi dan Misi Besar Menjinakkan Kylian Mbappe
Piala Dunia
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan mengubah identitas permainan saat menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Spanyol Pantang Bertahan, De la Fuente Siapkan Formula Lawan Prancis
Analisis
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Membedah kekuatan dan kelemahan timnas Argentina jelang melawan Inggris di semfinal Piala Dunia 2026. Benarkah Tim Tango terlalu bergantung kepada Lionel Messi?
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Bedah Kekuatan Semifinalis Piala Dunia 2026: Argentina Punya Celah yang Harus Dibenahi
Liga Indonesia
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Aqil Savik mengungkap alasan menolak tawaran beberapa klub demi bergabung dengan Persija Jakarta. Eks kiper Persib itu siap bersaing di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Eks Persib dan Asli Bandung Tolak Berbagai Klub Lain Demi Gabung Persija
Piala Dunia
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Lamine Yamal punya satu harapan besar setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-19. Bukan hadiah mewah atau perayaan meriah, melainkan kemenangan atas Prancis dan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 14 Juli 2026
Ulang Tahun Ke-19, Lamine Yamal Ingin Rayakan dengan Kemenangan atas Prancis
Liga Indonesia
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Kyohei Yoshino mengaku bangga bergabung dengan Persija Jakarta. Eks Cerezo Osaka dan Daegu FC itu siap bekerja keras membawa Macan Kemayoran mengakhiri puasa gelar di Super League 2026/2027.
Rizqi Ariandi - Selasa, 14 Juli 2026
Alasan Jebolan J League dan Eks Timnas U-22 Jepang Terima Pinangan Persija
Bagikan