3 Alasan Liverpool Masih Terlalu Kuat untuk Manchester United

Liverpool punya peluang untuk mengalahkan Manchester United di Old Trafford.
Taufik HidayatTaufik Hidayat - Jumat, 30 April 2021
3 Alasan Liverpool Masih Terlalu Kuat untuk Manchester United
Manchester United vs Liverpool (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Lanjutan Premier League 2020-2021 akan diwarnai sengitnya North West Derby pada akhir pekan ini. Manchester United dijadwalkan menjamu Liverpool di Old Trafford, Minggu (2/5) pukul 22.30 WIB.

Laga ini sangat krusial bagi kedua tim. Meski begitu, Manchester United dan Liverpool memiliki kepentingan yang berbeda.

Peluang Manchester United untuk merebut gelar juara memang hampir tertutup. Namun mereka wajib meraih kemenangan demi menunda pesta juara rival sekotanya, Manchester City.

Baca Juga:

Alternatif Penyerang Murah untuk Liverpool yang Sedang Bokek

Mo Salah dan Mane Bagus, tapi Bukan Penyelesai Akhir Natural

Tumpul, Roberto Firmino Diminta Pergi dari Liverpool

Sementara Liverpool bisa dibilang lebih membutuhkan tambahan tiga poin. Hal itu demi menjaga peluang The Reds tampil di Liga Champions musim depan.

Saat ini Liverpool masih tertahan di peringkat keenam. Namun perolehan poin yang cukup rapat dengan papan atas membuat peluang mereka masih cukup besar.

Dalam pertandingan nanti, Manchester United memang akan bertindak sebagai tuan rumah. Namun bukan berarti Setan Merah bisa memenangi laga dengan mudah.

Sepanjang musim ini, Manchester United lebih sering kehilangan poin kala berlaga di Old Trafford. Bukan tidak mungkin rekor buruk tersebut akan berlanjut.

Apalagi secara kualitas, Liverpool tidaklah inferior. Setidaknya ada tiga alasan yang membuat tim tamu masih lawan yang cukup tangguh bagi Manchester United. Berikut rinciannya:

1. Status Juara Bertahan

Liverpool

Liverpool memang terseok-seok di Premier League musim ini. Namun mereka masih berstatus juara bertahan.

Kekuatan Liverpool tidaklah melemah. Performa mereka hanya terganggu dengan badai cedera yang menyerang pemain kunci mereka di lini pertahanan.

Andai masalah tersebut tidak terjadi, sangat mungkin saat ini Liverpool tengah bersaing sengit dengan duo Manchester dalam perburuan gelar juara.


2. Jurgen Klopp

Jurgen Klopp

Sosok Jurgen Klopp tak bisa dipungkiri menjadi kunci kesuksesan Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Manajer berkebangsaan Jerman itu juga membuat tim asuhannya sulit dikalahkan Manchester United.

Dari sepuluh pertemuan di Premier League, Liverpool asuhan Klopp hanya dua kali takluk dari Manchester United. Sementara ia mampu mempersembahkan tiga kemenangan dan lima lainnya berakhir imbang.

Klopp memang masih belum mampu membawa Liverpool menang di Old Trafford. Namun selalu ada yang pertama untuk sebuah momen.

Pengalaman Klopp tentu akan membantu Liverpool dalam siuasi seperti ini. Apalagi rekor kandang Manchester United tak terlalu baik pada musim ini.


3. Memiliki barisan penyerang yang lebih tajam

Mohamed Salah lebih tajam dibanding para penyerang Manchester United

Manchester United memang memiliki produktivitas gol yang lebih baik ketimbang Liverpool di Premier League musim ini. The Kop masih tertinggal sembilan gol (64 berbanding 55 gol) dari rival utamanya tersebut.

Meski begitu, barisan depan Liverpool justru lebih produktif. Hal itu bisa dilihat dari bertenggernya Mohamed Salah di peringkat kedua dalam daftar top skorer sementara dengan koleksi 20 gol.

Tiga pemain depan Liverpool lain yaitu Roberto Firmino, Sadio Mane dan Diogo Jota total sudah mengumpulkan 22 gol.

Di sisi lain, Manchester United justru diwakili Bruno Fernandes dalam daftar top skorer Premier League dengan koleksi 16 gol. Namun pemain berkebangsaan Portugal itu seorang gelandang.

Sementara empat penyerang yang dimiliki Manchester United yaitu Edinson Cavani, Mason Greenwood, Anthony Martial, dan Marcus Rashford total hanya menyumbang 27 gol. Dari keempatnya, cuma nama terakhir yang mampu menorehkan dua digit gol.

Liverpool Manchester United Breaking News Trivia Sepak Bola

Taufik Hidayat

Agen rahasia yang menyamar jadi kuli tinta.
Show More

Berita Terkait

Piala Dunia
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Lamine Yamal kembali menegaskan ambisi besarnya di Piala Dunia 2026, yakni membawa Spanyol meraih gelar juara.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Spanyol Melaju Mulus, Lamine Yamal Tegaskan La Roja Tak Takut Siapa Pun
Piala Dunia
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Julian Nagelsmann resmi mundur dari timnas Jerman usai Piala Dunia 2026. DFB langsung bergerak mendekati Jurgen Klopp sebagai calon pelatih baru. (157 karakter)
Arief Hadi - Jumat, 03 Juli 2026
Julian Nagelsmann Resmi Tinggalkan Kursi Kepelatihan Timnas Jerman, DFB Dekati Jurgen Klopp
Piala Dunia
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Antusiasme publik begitu tinggi hingga jersey tim nasional Norwegia menjadi barang langka menjelang duel seru melawan Brasil di babak 16 besar.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Jelang Lawan Brasil di 16 Besar, Jersey Norwegia Jadi Barang Langka
Piala Dunia
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Dari total delapan gol yang telah dicetak Albiceleste sejauh ini, enam di antaranya lahir dari sang kapten Lionel Messi.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Messi Cetak 6 dari 8 Gol Argentina, Scaloni: Kami Tidak Bergantung Padanya
Piala Dunia
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, mengaku memahami fungsi VAR, tetapi menilai teknologi tersebut telah mengurangi emosi dan spontanitas yang menjadi bagian penting dari sepak bola.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Kontroversi di Laga Portugal vs Kroasia, Zlatko Dalic: VAR Membunuh Emosi dalam Sepak Bola
Piala Dunia
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Prediksi Australia vs Mesir di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Football Meets Data memberi Mesir peluang menang 42 persen, sementara Australia tetap berpeluang membuat kejutan.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Simulator dengan Akurasi Tinggi Prediksi Skor Australia vs Mesir: Tidak Ada Keunggulan Mutlak
Piala Dunia
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Pelatih Cape Verde, Bubista, percaya diri timnya mampu memberi kejutan saat menghadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Simak komentar lengkap dan peluang Cape Verde lolos ke 16 besar.
Johan Kristiandi - Jumat, 03 Juli 2026
Tantang Argentina, Cape Verde Ogah Hanya Fokus kepada Lionel Messi
Hasil akhir
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Timnas Swiss memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Aljazair dengan skor meyakinkan 2-0.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Embolo dan Ndoye Bawa Swiss ke 16 Besar
Piala Dunia
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Setelah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia, Cape Verde kini bersiap menghadapi tantangan terbesar melawan juara bertahan Argentina.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Siap Bermimpi Lebih Besar, Cape Verde: Insya Allah Bisa Singkirkan Argentina
Piala Dunia
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Meski puas dengan performa anak asuhnya, pelatih Luis de la Fuente menegaskan Spanyol belum sempurna.
Yusuf Abdillah - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Spanyol Belum Sempurna, Luis de la Fuente Ungkap Ancaman Terbesar Lamine Yamal Cs
Bagikan