10 Momen Bersejarah dalam Perjalanan Panjang El Clasico

Dalam sejarah persaingan di El Clasico, ada sejumlah momen bersejarah. Para jago-jago sepak bola dari kedua tim menghasilkan kejadian yang sulit dilupakan.
Johan KristiandiJohan Kristiandi - Jumat, 09 April 2021
10 Momen Bersejarah dalam Perjalanan Panjang El Clasico
El Clasico (Twitter)
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BolaSkor.com - Laga akbar sepak bola dunia akan tersaji akhir pekan ini. Real Madrid menjamu Barcelona pada pertandingan lanjutan LaLiga. Dalam sejarahnya, pertandingan bertajuk El Clasico itu memiliki beberapa momen bersejarah.

Persaingan Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub terkuat di Spanyol sudah berlangsung sejak lama. Tensi kian memanas setelah munculnya ikon untuk kedua klub yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Dalam sejarah persaingan di El Clasico, ada sejumlah momen bersejarah. Para jago-jago sepak bola dari kedua tim menghasilkan kejadian yang sulit dilupakan.

1920-an: El Clasico LaLiga perdana

El Clasico LaLiga perdana berlangsung pada bulan Februari 1929, hanya selang dua pekan setelah musim perdana LaLiga. Saat itu, Stadion Les Corts milik Barcelona dipenuhi oleh cules yang percaya diri, tetapi mereka akhirnya kecewa setelah Real Madrid menang 2-1 di pertandingan perdana. Barca kemudian memenangi pertandingan 1-0 di kendang lawannya dan mendapatkan gelar LaLiga perdananya. Akan tetapi, kemenangan El Clasico perdana diperoleh tim ibu kota.

Baca Juga:

5 Statistik Menarik El Clasico: Real Madrid di Atas Angin

Serba-serbi El Clasico: Bukan Derby, Asal-usul, dan Duel Pertama

6 Momen Paling Kontroversial dalam Sejarah El Clasico

El Clasico

1930-an: Real Madrid meraih kemenangan terbesar dalam sejarah El Clasico LaLiga

Pertandingan El Clasico di musim 1934-1935 sangat luar biasa. Barca menang 5-0 di Les Corts sebelum Real Madrid menang 8-2 di Chamartín.

Tim tuan rumah unggul 5-1 saat pertandingan baru berjalan setengah jam. Hal itu membuat Pelatih Barca asal Hungaria, Ferenc Plattko meminta bola untuk diganti pada babak kedua karena ditakutkan adanya kecurangan. Namun, hal tersebut tidak mengubah keadaan di saat tuan rumah mencatatkan kemenangan El Clasico terbesar.

1940-an: Kelahiran El Clásico yang kita ketahui sekarang

Dapat dikatakan rivalitas El Clasico yang intens seperti saat ini berawal di era 1940-an berkat persaingan panas antara kedua tim, termasuk hasil seri dengan skor terbanyak dalam sejarah keduanya: 5-5 di Les Corts pada tahun 1943.

1950-an: El Clasico menjadi pertandingan sepak bola Spanyol pertama yang ditayangkan di televisi

Sejarah terjadi pada tanggal 15 Februari 1959 saat El Clasico menjadi pertandingan sepak bola pertama yang ditayangkan di televisi Spanyol. Terjadi perebutan teknologi teranyar saat itu, dan menjelang pertandingan, perangkat TV terjual secara cepat di kedua kota.

Real Madrid, tim saat itu berisikan pemain hebat seperti Alfredo Di Stéfano dan Ferenc Puskas menang 1-0 di Bernabeu, tetapi tidak mampu menghalangi Barcelona memenangkan gelar LaLiga pertama mereka dalam tujuh tahun.

1960-an: Di Stefano terus menghantui Barcelona

Legenda Argentina tersebut masih menjadi pencetak gol El Clasico terbanyak di LaLiga bagi Real Madrid dan terus meneror Barcelona setelah mereka mengira telah mengalahkan Real Madrid untuk merekrutnya pada tahun 1953.

Di Stefano mencatatkan 14 gol dalam 20 pertandingan, termasuk dua gol yang berkesan pada kemenangan 5-3 di Camp Nou yang baru saja diresmikan pada bulan Desember 1960 dan menandai periode dominasi bagi Los Blancos.

1970-an: Johan Cruyff membalikkan keperkasaan Barca

Kedatangan Johan Cruyff sebagai pemain Barcelona pada tahun 1974 membuat keseimbangan El Clasico pindah ke Catalan. Performa pemain Belanda tersebut pada kemenangan 5-0 di Bernabeu masih menjadi perbincangan hingga saat ini.

El Salvador menginspirasi Barca untuk menjuarai gelar LaLiga musim itu, tetapi yang terpenting ia membentuk filosofi sepak bola menyerang yang membuat identitas klub hingga saat ini.

El Clasico

1980-an: Generasi Quinta del Buitre Real Madrid juara lima kali berturut-turut

Los Blancos belum memenangi gelar LaLiga selama enam tahun saat mereka bertemu Barcelona di Bernabeu pada Maret 1986. Kemenangan 3-1 yang golnya dicetak ikon klub, Jorge Valdano dan Emilio Butragueno, membawa gelar LaLiga bagi Real Madrid dan memulai era dominasi yang tak tertandingi hingga akhir dekade.

Generasi yang disebut sebagai Quinta del Buitre itu berisikan pemain dari akademi klub seperti Butragueno, Michel, dan Manuel Sanchis. El Real memenangi gelar LaLiga dari 1986 hingga 1990, sebuah dominasi yang hanya mampu dipecahkan oleh Johan Cruyff.

1990-an: ‘Manitas’ serba bisa

Kembalinya Cruyff ke Barca sebagai pelatih mendorong lahirnya "Dream Team" yang memenangi empat gelar LaLiga berturut-turut dari tahun 1991 hingga 1994.

Kisah El Clasico di era 1990-an akan selalu diingat akan dua pertandingan ikonik: kemenangan 5-0 Barca di Camp Nou di mana Romario dan pelatih tim saat ini, Ronald Koeman menjadi pencetak gol di tahun 1994.

Real Madrid kemudian membalaskan dendamnya dengan skor serupa selang 12 bulan berkat gol dari salah satu pelatih Barca di masa depan, Luis Enrique!

2000-an: Ronaldinho menaklukkan Bernabeu

El Clásico pada November 2005 di Santiago Bernabéu menandakan pertandingan bersejarah. Barça membuka keunggulan, tetapi aksi Ronaldinho baru saja dimulai.
Pada awal babak kedua, pemain Brasil tersebut berlari dari sisi lapangan timnya, melewati tekel Sergio Ramos dengan mudah, menggocek Ivan Helguera, melewati Roberto Carlos, dan akhirnya membobol gawang Iker Casillas.

Lima Belas menit kemudian ia kembali melewati Ramos dan menundukan Casillas untuk kemenangan 3-0. Penggemar di Bernabeu memiliki reaksi yang tak terduga, dengan memberikan standing ovation bagi penampilannya yang bersejarah.

2010-an: Messi meninggalkan jejaknya di Bernabeu

Lionel Messi adalah pencetak gol El Clasico terbanyak sepanjang sejarah di LaLiga dan pengaruhnya dalam pertandingan tersebut masih terasa hingga saat ini.
Meskipun sulit untuk mencari satu penampilan yang ikonik, tidak ada yang mengalahkan momen dalam El Clasico akhir-akhir ini dari gol di waktu tambahan saat Barca menang 3-2 di Bernabeu tahun 2017. Foto Messi memegang seragamnya di hadapan penggemar Madrid akan selalu dikenang oleh penggemar sepak bola.

El clasico Real Madrid Barcelona LaLiga Trivia Sepak Bola

Johan Kristiandi

My name is Johan Kristiandi, a Sports Journalist and Content Writer with more than eight years of experience. A Journalism graduate from the IISIP Jakarta, I began my career at Bola.com before joining BolaSkor.com in 2018 under PT Merah Putih Media, where I cover football news, match analysis, transfer updates, and major international tournaments. I also contributed to FIFA+ Indonesia during the 2022 FIFA World Cup and have worked as a Freelance Writer for Netralnews.com, producing content across sports, politics, economics, lifestyle, and breaking news.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Spanyol
Kekhawatiran Barcelona Jadi Kenyataan, Raphinha Cedera kala Membela Timnas Brasil
Raphinha mengalami edema otot di paha kanan saat membela Brasil. Ia dipulangkan ke Barcelona untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Arief Hadi - Rabu, 30 September 2026
Kekhawatiran Barcelona Jadi Kenyataan, Raphinha Cedera kala Membela Timnas Brasil
Liga Dunia
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Carlo Ancelotti tak berencana mengistirahatkan Raphinha saat Brasil menghadapi Australia. Barcelona cemas karena sang winger punya riwayat cedera.
Arief Hadi - Senin, 28 September 2026
Eks Pelatih Real Madrid Tak Punya Niatan Mengistirahatkan Raphinha, Barcelona Ketar-ketir
Spanyol
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Kylian Mbappe mengalami cedera lutut saat membela Prancis. Simak diagnosis, perkiraan waktu pemulihan, dan peluang tampil bersama Real Madrid.
Johan Kristiandi - Minggu, 27 September 2026
Real Madrid Sudah Lakukan Pemeriksaan, Kapan Kylian Mbappe Bisa Kembali Tampil?
Spanyol
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Jose Mourinho kembali melatih Real Madrid setelah 13 tahun. The Special One memberi pesan tegas kepada skuad: jangan khianati saya.
Arief Hadi - Sabtu, 26 September 2026
Satu Pesan Jose Mourinho untuk Skuad Real Madrid: Jangan Khianati Saya
Ragam
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane menjadi delapan pelatih baru di UEFA Nations League 2026-2027. Simak daftar lengkapnya.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
8 Pelatih Baru di Ajang UEFA Nations League, dari Jurgen Klopp hingga Zinedine Zidane
Spanyol
Carlo Ancelotti Sindir Real Madrid soal Waktu Bermain Endrick
Carlo Ancelotti mengkritik minimnya menit bermain Endrick di Real Madrid. Roma dan AC Milan dikabarkan siap meminjam sang penyerang pada Januari.
Arief Hadi - Kamis, 24 September 2026
Carlo Ancelotti Sindir Real Madrid soal Waktu Bermain Endrick
Spanyol
Dilepas Real Madrid, Kapten Timnas Austria Merapat ke Udinese
David Alaba segera merapat ke Udinese dengan status bebas transfer setelah dilepas Real Madrid. Kesepakatan verbal sudah tercapai.
Arief Hadi - Rabu, 23 September 2026
Dilepas Real Madrid, Kapten Timnas Austria Merapat ke Udinese
Spanyol
Bukan Hanya Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe Ingin Makan Malam dengan Sosok Ini
Kylian Mbappe mengungkap sosok yang ingin diajak makan malam. Selain Cristiano Ronaldo, ada legenda basket Michael Jordan hingga nama terkenal lainnya.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Bukan Hanya Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappe Ingin Makan Malam dengan Sosok Ini
Spanyol
Silat Lidah Madrid dan LaLiga Semakin Meruncing, Sebut Ada Teori Konspirasi Mengatur Barcelona Juara
Konflik Real Madrid dan LaLiga semakin panas. Javier Tebas menyinggung narasi konspirasi, Madrid pun membalas dengan pernyataan keras.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Silat Lidah Madrid dan LaLiga Semakin Meruncing, Sebut Ada Teori Konspirasi Mengatur Barcelona Juara
Inggris
Kylian Mbappe Blak-blakan Mengaku Hampir Pindah ke Liverpool
Kylian Mbappe mengungkap dirinya hampir bergabung dengan Liverpool. Sang ibu bahkan mendorongnya ke Anfield sebelum akhirnya memilih PSG.
Johan Kristiandi - Rabu, 23 September 2026
Kylian Mbappe Blak-blakan Mengaku Hampir Pindah ke Liverpool
Bagikan