MU gagal menjaga kemenangan atas Leicester dan harus takluk dengan skor 5-3 pada pekan kelima Premier League. Unggul terlebih dahulu melalui Robin van Persie dan Angel Di Maria, Leicester sempat menipiskan keadaan menjadi 2-1 melalui Leonardo Ulloa di interval kedua. Memasuki paruh kedua, pasukan Setan Merah terlihat masih mengendalikan permaian setelah berhasil memperlebar jarak melalui aksi Ander Herrera. Namun setelah itu, United tampak kehilangan rasa percaya diri. Empat gol bersarang di gawang David De Gea melalui dua penalti dari David Nugent dan Leonardo Ulloa serta masing-masing gol dari Esteban Cambiasso dan Jamie Vardy. Van Gaal mengeluhkan permainan anak-anak asuhnya yang terlalu mengedepankan individual. “Saya rasa penonton telah menyaksikan tontonan fantastis hari ini dan kami mengawali pertandingan dengan baik dan mencetak gol fantastis. Di paruh kedua, kami mencatat gol lain namun Anda harus memenangkan pertandingan dan kami gagal. Kami tak menjaga penguasaan bola dengan cara tepat,” tutur Van Gaal dilansir BBC. “Kami memiliki terlalu banyak pemain yang ingin mencari gol. Leicester telah menunjukkan lawan Arsenal dan Stoke bahwa mereka bisa bangkt dan mereka melakukannya dengan sangat baik.” Tambahnya. “Saya tak bisa mengatakan bahwa saya bahagia. Dalam dunia sepak bola, pertandingan seperti ini selalu terjadi. Saat saya melatih Barcelona di tahun pertama dan kami unggul 3-0, dengan 15 menit berjalan dan kami kalah 3-4. Ini tak bagus karena kami mengantongi kemenangan dan menggagalkannya. Bukan karena Leicester, kami menggagalkannya dan saya tak suka itu.” Papar Van Gaal. Di laga ini, MU harus kehilangan satu pemain setelah Tyler Blackett mendapat kartu merah pada menit ke-83 akibat melanggar Jamie Vardy di area terlarang. Ini jadi penalti kedua Leicester setelah sebelumnya Rafael juga menjatuhkan Vardy di area 16. Dari empat gol Leicester, tampak jelas United tak siap dalam mengantisipasi serangan balik. Van Gaal sendiri punya pandangan lain terkait hal tersebut. “Anda tak bisa mengatakan pertahanan lemah. Anda bermain selayaknya tim, Leicester menunjukkan hal itu, kami tak bermain seperti sebuah tim di babak kedua dan itu tak hanya pertahanan. Dalam situasi bertahan seluruh tim bertanggung jawab, tak hanya pemain bertahan.” Pungkas mantan pelatih Belanda itu. JANGAN LEWATKAN
Van Gaal: Jangan Salahkan Lini Belakang MU!
BolaSkor - Minggu, 21 September 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Selasa, 03 November 2026
Prediksi Skor dan Susunan Pemain Superkomputer Man United vs Roma: Nestapa atau Kebangkitan, Setan Merah?
Selasa, 03 November 2026
Kendati Manchester United Tengah Terluka, Persiapan AS Roma Tidak Main-main
Selasa, 03 November 2026
Cara Menonton dan Link Streaming Manchester United vs AS Roma, Live di SCTV?
Selasa, 03 November 2026
Prediksi dan Link Streaming Manchester United vs AS Roma: Setan Merah Merindukan Kemenangan
Senin, 02 November 2026
Jeda Internasional November, Hari-hari Penghakiman Michael Carrick di Manchester United
Senin, 02 November 2026
Jangan Terlalu Banyak Berharap Fans Manchester United, Unai Emery Tidak Akan ke Old Trafford
Senin, 02 November 2026
Karier Cristiano Ronaldo Praktis Telah Berakhir Sejak Meninggalkan Real Madrid
Senin, 02 November 2026
Tidak Ada yang Mustahil, Manchester United Bisa Degradasi Musim Ini
Senin, 02 November 2026
Topik Utama Pekan 9 Premier League: Arsenal Pamer Mental Juara, Manchester United Degradasi?
Minggu, 01 November 2026
Jadi Incaran Manchester United, Fermin Lopez Beri Respons Menohok
PILIHAN EDITOR
Senin, 05 Oktober 2026
Mexx Meerdink, Striker Nomor 9 yang Dirindukan Timnas Belanda
Jumat, 02 Oktober 2026
Drama di Penghujung Karier Cristiano Ronaldo: Diawali dari Erik ten Hag, Diakhiri oleh Jorge Jesus
Selasa, 15 September 2026
5 Alasan AS Roma Memimpin Klasemen Sementara Serie A 2026/2027: Duet Dybala dan Mallen Trengginas
Senin, 07 September 2026
Kisah Cinderella Como, dari Serie D ke Panggung Tertinggi Liga Champions
Kamis, 03 September 2026
Analisis Taktik Xabi Alonso di Chelsea: Penguasaan Bola Rendah, Transisi Bermain Jadi Kunci
Selasa, 01 September 2026
Berakhir Pahit di Piala Dunia 2026, Warisan Lionel Messi Bertahan Selamanya dengan Timnas Argentina
Rabu, 26 Agustus 2026
Cerita Perjalanan Carlos Baleba: Darah Sepak Bola dari Keluarga, Bakti kepada Ibu
Rabu, 26 Agustus 2026
Siapa Igor Thiago? Menyempil di Antara Pemain Arsenal dan Duo Manchester dalam PFA Team of the Year
Senin, 24 Agustus 2026
Siapakah Alphadjo Cisse? Pemain 19 Tahun yang Mencetak Gol pada Debut bersama AC Milan
Jumat, 21 Agustus 2026