BolaSkor.com - Inter Milan menjadi tim terdepan dalam perebutan Scudetto atau titel Serie A 2025/2026.
Il Nerazzurri memimpin di urutan pertama dengan 55 poin dari 23 laga, tetapi apapun masih dapat terjadi dalam persaingan di empat besar.
AC Milan merupakan rival utama di peringkat dua dengan 50 poin, disusul Napoli yang notabene juara bertahan (46 poin) dan Juventus (45 poin).
Baca Juga:
Di Tengah Proses Perpanjangan Kontrak, AC Milan Tidak Tutup Kemungkinan Jual Rafael Leao
Alessandro Del Piero Klaim Peluang Scudetto AC Milan Lebih Besar daripada Inter Milan
Tes Medis Sangat Ketat, AC Milan Dihindari Beberapa Agen Pemain
Dibanding Napoli dan Juventus, Milan dapat menjadi kuda hitam persaingan titel Serie A. Mengapa mereka disebut tim kuda hitam atau non-unggulan?
Tanpa Urgensi Menang Sebesar Inter Milan

AC Milan (X/Milan)
Milan seyogyanya tim yang selalu memiliki target juara setiap musimnya, selayaknya Inter dan Juventus, sebagai raksasa di Italia.
Akan tapi musim ini berbeda, Massimiliano Allegri baru melatih kembali untuk periode dua dan Milan ditargetkan menyegel tempat di empat besar, zona Liga Champions.
Menurut legenda Milan, Massimo Ambrosini, Milan tidak diunggulkan memenangi Serie A ketimbang Inter karena tak memiliki urgensi untuk menang dengan target empat besar.
Akan tapi, hal tersebut juga menjadikan Milan tim kuda hitam dan tak terduga dalam persaingan Scudetto karena tak memiliki tekanan seperti Inter.
"Saya rasa Milan tidak memiliki urgensi untuk memenangkan liga, seperti yang dimiliki Inter. Ini bisa menjadi keuntungan," papar Ambrosini di Sempre Milan.
"Tentu, itu tergantung pada berapa banyak poin yang mereka dapatkan."
"Tetapi tidak diragukan lagi bahwa jika mereka sampai dengan poin yang kurang lebih sama (pada derby), kemenangan Inter jelas akan menandai akhir, kemenangan Milan pasti akan mendekatkan tim lain, jika Anda melihatnya dari sudut pandang ini."
"Namun menurut saya, ini adalah kesempatan yang sensasional."
"Saya ulangi, bagi Milan, sikap tidak terburu-buru untuk menang ini membuat Anda memasuki lapangan dengan lebih ringan (tanpa beban), bahkan jika Anda memiliki target minimal, yang sekarang tujuh poin, Anda akan merasa lebih ringan dan tenang," urai Ambrosini.