Sir Jim Ratcliffe Tak Kompeten Sepak Bola, Manchester United Bisa Bernasib Sama dengan Nice
BolaSkor.com - Musim 2025-2026 baru berjalan setengah musim di awal 2026, fans Manchester United sudah dibuat tak memiliki harapan pada sisa musim ini.
Red Devils tersingkir dini di putaran tiga Piala FA ketika kalah 1-2 melawan Brighton & Hove Albion, seperti halnya saat disingkirkan Grimsby Town di Piala Liga.
Artinya, Man United sudah dipastikan nirgelar atau tanpa trofi musim ini karena di Premier League juga mereka berburu merebutkan tiket Eropa.
Baca Juga:
Ketimbang Solskjaer, Carrick Terdepan Latih Manchester United
Pertama Sejak 1914-1915, Manchester United Memainkan Laga Paling Sedikit dalam Semusim
Tersingkir di Piala FA menjadi klimaks kemunduran Man United di bawah kepemilikan INEOS, perusahaan yang dimiliki Sir Jim Ratcliffe.
Terlebih, sebelumnya Man United memilih berpisah jalan dengan Ruben Amorim setelah ia menyindir manajemen dengan perannya di klub.
Sir Jim Ratcliffe Tak Kompeten Sepak Bola
Man United yang tidak membaik saat INEOS mengambilalih, sementara saham besar masih dimiliki Keluarga Glazer, membuat fans resah.
Solange Claude, pemimpin fans klub Prancis, Nice, turut memberikan pendapatnya mengenai Ratcliffe.
Seperti diketahui, Ratcliffe juga memiliki klub Prancis, Nice, dan kondisinya tidak membaik sejak diakuisisi olehnya.
Apa yang terjadi saat ini di Man United, menurut Claude, sudah terjadi di Nice karena Ratcliffe tak kompeten sepak bola karena ia pakar di industri kimia.
Sir Jim Ratcliffe (@centredevils)
"Ratcliffe mungkin ahli di industri kimia, tetapi dia telah menunjukkan bahwa dia tidak tahu apa-apa tentang sepak bola. Dia tidak kompeten," kata Claude soal Ratcliffe dikutip dari Mirror.
"Saya bisa memahami perasaan semua penggemar United. Apa yang dia lakukan pada klub mereka, sudah dia lakukan pada klub kami."
"Dia membeli kami seharga 100 juta euro pada 2019 dan berjanji kami akan menyaingi PSG sebagai pesaing reguler di Eropa."
"Ada tim-tim amatir yang terkadang bermain sepuluh kali lebih baik dari kami."
Kini, nasib Nice kian buruk dengan kekhawatiran fans soal potensi degradasi klub setelah menjual pemain-pemain bagus, tetapi tak menggantikan mereka.
"Kami (Nice) telah menjadi badut Eropa – bahan tertawaan karena Ratcliffe tidak mendatangkan pemain baru, bahkan satu atau dua pemain dari United pun tidak. Semuanya telah menjadi kegagalan total," tambah Claude.
"Sekarang kami takut terdegradasi dan, jika itu terjadi, itu akan menjadi akhir dari kami."
"Ada banyak optimisme ketika saudara Ratcliffe, Bob, pertama kali ditunjuk untuk memimpin kami."
"Dia tidak bertahan lama, begitu pula Dave Brailsford, pria penggemar bersepeda yang tidak berpengalaman di dunia sepak bola."
"Itu merangkum seluruh pendekatan. Sekarang orang-orang dari masa lalu telah ditunjuk untuk memimpin, sedikit mirip dengan apa yang terjadi di United, saya dengar," urainya.