Hukuman tersebut diberikan langsung oleh Komisi Disiplin (Komdis) FIFA lantaran Simunic meneriakkan kata pro-Nazi saat merayakan kemenangan Korasia melawan Islandia di babak play-off zona Eropa bulan lalu. Hal itu dianggap sangat diskriminatif dan menyinggung martabat sekelompok orang tertentu. Saat melakukan selebrasi di Zagreb 19 November lalu, pemain berusia 35 tahun itu mengambil mikrofon dan berteriak 'Za dom', yang berarti Tanah Air dalam bahasa Indonesia. Kemudian, disambut teriakan keras penonton 'Spremni' yang berarti siap. "Komisi Disiplin menyatakan bahwa sang pemain, bersama-sama dengan penonton mengucapkan kata yang digunakan gerakan fasis Ustase selama Perang Dunia II," demikian pernyataan FIFA melalui situs resminya. Komdis FIFA kemudian memberikan sanksi larangan bertanding sebanyak 10 laga resmi bagi Simunic. Larangan tersebut berlaku hanya di awal Piala Dunia 2014 di Brasil Juni nanti. Simunic juga telah dilarang tampil di stadion di mana pertandingan itu digelar. Atas aksinya itu, ia juga dikenakan denda 30.000 franc Swiss (368 juta Rupiah). Simunic pun dengan tegas membantah bahwa ucapannya tersebut memiliki konotasi rasial. "Semua orang bisa mengasosiasikan saya dengan segala kebencian atau kekerasan menakutkan." Pemain belakang andalan Kroasia itu menghabiskan sebagian besar kariernya di Bundesliga Jerman dan melakoni debut internasionalnya pada tahun 2001.
Selebrasi Ala Nazi, Pemain Ini Dihukum 10 Laga Oleh FIFA
BolaSkor - Senin, 16 Desember 2013
- #Fifa
- #Bing
- #Yahoo
- #Hukuman 10 Laga
- #Komdis Fifa
- #Korasia
- #Selebrasi Nazi
- #Simunic
Bagikan
BERITA TERKAIT
Kamis, 25 Juni 2026
Assim Madibo Dijatuhi Sanksi oleh FIFA Usai Sebabkan Ismael Kone Cedera
Sabtu, 20 Juni 2026
Istvan Kovacs, Wasit yang Akan Mengenakan Seragam Spesial pada Laga Jepang vs Tunisia
Rabu, 17 Juni 2026
Presiden FIFA Puji Kehebatan Messi Usai Jadi Top Skorer Sepanjang Masa Piala Dunia
Minggu, 14 Juni 2026
FIFA Tetap Bayar Penuh Wasit Somalia yang Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Ditolak Masuk Amerika Serikat, Omar Artan Cetak Sejarah Jadi Wasit Afrika Pertama yang Pimpin Piala Super Eropa
Jumat, 12 Juni 2026
Kalahkan Oman dan Mozambik, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 4 Tingkat
Kamis, 11 Juni 2026
Informasi Seputar Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis, 11 Juni 2026
Tanggapi Kontroversi Visa Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Presiden FIFA: Tenang Saja, Tak Usah Panik
Rabu, 10 Juni 2026
Pecahkan Rekor, Wasit Piala Dunia 2026 Akan Kantongi Rp1,7 Miliar Plus Bonus
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026