Satu Anak Satu Bola, Langkah Nyata Menyiapkan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
BolaSkor.com - Program pembinaan sepak bola usia dini bertajuk Satu Anak Satu Bola resmi diluncurkan oleh MaPan FC di Bekasi International Soccer Field, Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (25/1). Sebanyak 1000 bola dibagikan kepada 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Bekasi dan Jakarta.
Program tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan konkret untuk pembinaan sejak usia dini. Diharapkan para pemain muda memiliki akses latihan lebih maksimal.
Semula kegiatan positif itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Namun, pria yang menjabat sebagai Pembina MaPan FC itu tidak bisa hadir karena dipanggil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga:
PSSI Resmi Perkenalkan John Herdman sebagai Pelatih Timnas Indonesia
PSSI Batalkan Konferensi Pers Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Hari Ini
Anggota DPR RI, Eko Hendro Purnomo, mengatakan program tersebut lahir upaya mendorong pemerataan pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Konsep peluncuran itu yakni setiap anak meneria satu bola secara langsung.
"Alhamdulillah hari ini kami meluncurkan program Satu Anak Satu Bola. Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi akan terus bergerak ke seluruh Indonesia," ujar Eko Hendro Purnomo.
Pria yang lebih akrab disapa Eko Patrio itu menambahkan, program ini akan dijalankan secara berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia. Setiap wilayah nantinya akan menjadi basis pelaksanaan program serupa dengan tujuan memastikan anak-anak di berbagai daerah memiliki akses yang sama terhadap sarana dasar sepak bola.
"Dengan satu anak satu bola, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap sepak bola sejak dini. Sentuhan pertama terhadap bola itu sangat penting bagi perkembangan pemain," kata pria berusia 55 tahun itu.
Eko menegaskan bahwa pembinaan usia muda tidak hanya berfokus pada aspek teknis olahraga, tetapi juga pembentukan karakter. Melalui sepak bola, anak-anak diajarkan nilai sportivitas, kejujuran, kerja sama tim, serta mental juara.
"Tadi kita lihat sendiri, anak-anak mengambil bola satu per satu dengan tertib. Di situ ada kejujuran, ada disiplin, dan ada nilai kebersamaan. Itu bagian dari pendidikan karakter," ucap Eko.
Eko juga memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada pembagian bola semata. Ke depan, akan mengintegrasikan program tersebut dengan sistem pembinaan melalui SSB, kompetisi usia dini, serta proses penyaringan bakat.
"Kami akan bekerja sama dengan PSSI untuk pola kompetisi dan pembinaan. Dari sana nanti kami klasifikasi, kami bina anak-anak berbakat agar bisa menjadi pemain yang handal," kata pria asal Nganjuk, Jawa Timur, itu.
Apresiasi dari PSSI
Apresiasi datang dari Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang menilai program Satu Anak Satu Bola sejalan dengan kebutuhan dasar pembinaan sepak bola nasional. Ia menambahkan, jika konsep satu anak satu bola bisa diterapkan secara luas di seluruh SSB, maka Indonesia memiliki harapan besar terhadap masa depan sepak bola nasional.
"Kami senang karena ini menjadi salah satu yang terdepan memberikan perhatian pada sepak bola usia dini. Anak-anak itu butuh sentuhan bola. Semakin sering menyentuh bola, semakin baik kualitas pemain ke depan,” ujar Arya.
"Apalagi program ini tidak hanya di Bekasi, tetapi akan menjangkau seluruh Indonesia. Ini sangat strategis," katanya.
PSSI juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Asprov dan Askab/Askot PSSI di daerah agar program ini dapat meningkatkan gairah sepak bola lokal secara berkelanjutan.
"Semoga inisiatif ini benar-benar menjadi fondasi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik," pungkas Arya.