PS Putra Jaya Pasuruan Pecat Pemain yang Lakukan Tendangan Kungfu di Liga 4 Jatim
BolaSkor.com - PS Putra Jaya Pasuruan mengambil sikap tegas dengan memecat salah satu pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Muhammad Hilmi Gimnastiar dipecat usai melakukan tindakan tidak sportif saat PS Putra Jaya Pasuruan menghadapi Perseta 1970 pada babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1).
M Hilmi, terlihat dengan sengaja menendang pemain Perseta 1970, Firman Nugraha, dengan sengaja. Tendangan yang mengarah ke dada itu membuat Firman kolaps dan harus mendapatkan tindakan medis.
Melalui Instagram klub, manajemen PS Putra Jaya Pasuruan menyampaikan bahwa Muhammad Hilmi sudah dipecat.
Baca Juga:
PSSI Sukses Gelar Liga 4 Edisi Perdana, Tri Brata Rafflesia FC Keluar sebagai Juara
Klub Liga 4 Asal NTT, Bajak Laut FC Incar Evan Dimas
Komdis PSSI Minta Pelaku Tendangan Kungfu di Liga 4 Dihukum Berat oleh Asprov Jatim
Dalam surat dengan nomor PSPJ/02/05-01-2026 yang diunggah akun Instagram klub, Gaung Andaka Ranggi selaku Ketua Harian PS Putra Jaya Pasuruan menyatakan bahwa kejadian yang menyebabkan cederanya pemain Perseta 1970 membuat manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja atau pemecatan terhadap Muhammad Hilmi Gimnastiar.
"Karena tindakannya yang tidak sesuai dengan dengan azaz sepak bola, yaitu fair play dan menyalahi aturan koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan," tulis pernyataan manajemen PS Putra Jaya Pasuruan.
Permintaan Maaf dari PS Putra Jaya Pasuruan
Dalam surat itu, pihak PS Putra Jaya Pasuruan juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Kami selaku pengurus PS Putra Jaya juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami terutama khususnya kepada tim Perseta 1970."
Muhammad Hilmi Terancam Sanksi Larangan Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup
Insiden tendangan kungfu Hilmi ini pun turut mengundang perhatian Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin.
Dalam keterangannya, Umar menjelaskan bahwa Komdis PSSI tidak punya wewenang menjatuhkan sanksi kepada Hilmi.
Pasalnya, pelaksanaan Liga 4 Jatim sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Asprov PSSI Jawa Timur.
Artinya, kata Umar, hukuman bisa diberikan oleh Komdis atau Panitia Disiplin dari Liga 4 Jawa Timur atau Asprov PSSI Jawa Timur.
Namun, melihat pelanggaran yang dilakukan Hilmi, Umar berharap sanksi yang diberikan merupakan sanksi paling berat.
"Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup," ujar Umar Husin.