Timnas Indonesia Berita

Pengamat Sepak Bola Sebut John Herdman Antitesis Patrick Kluivert

Rizqi Ariandi - Minggu, 04 Januari 2026

BolaSkor.com - Pengamat sepak bola, Haris Pardede atau Bung Harpa, menyambut baik keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Menurut Bung Harpa, ada beberapa faktor yang membuat pemilihan John Herdman ini antitesa dari yang sebelumnya, ketika PSSI mengontrak Patrick Kluivert.

Bung Harpa mengatakan John Herdman dipilih melalui mekanisme yang lebih terukur. Di antaranya lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan juga melibatkan Badan Tim Nasional (BTN) hingga Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers.

Baca Juga:

Bos Persik Berharap John Herdman Hadirkan Prestasi untuk Timnas Indonesia

Sebut Timnas Indonesia Mirip Kanada, Ini Pernyataan Pertama John Herdman Usai Diumumkan PSSI

Nova Arianto Dukung Penuh John Herdman, Simbol Harapan Baru Sepak Bola Indonesia

"Dari info yang bisa kita dengar juga kan pemilihannya beda, dibandingkan pemilihan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert," kata Bung Harpa kepada BolaSkor.com, Minggu (4/1).

"Mekanismenya sudah dijelaskan Pak Sumardji (Ketua Badan Tim Nasional), ada komunikasi dengan Direktur Teknik yang memang mengetahui teknis profiling calon pelatih, ada hearing juga konon katanya dengan para exco," ujarnya menambahkan.

John Herdman Mau Tinggal di Indonesia dan Akomodir Pelatih Lokal

Pelatih
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman (Foto: FourFourTwo)

Selain itu, kata Bung Harpa, yang jadi perbedaan jauh John Herdman dan Patrick Kluivert soal waktu.

John Herdman dikabarkan bersedia tinggal di Indonesia, hal yang tidak dilakukan Patrick Kluivert ketika menukangi Tim Merah-Putih.

Pelatih asal Inggris itu rencananya akan tiba di Indonesia pada Minggu (11/1) dengan membawa istri dan anak-anaknya.

"Kemudian juga parameternya juga antitesis dari pelatih sebelumnya yang pulang pergi, kalau sekarang (John Herdman) kan stay (di Indonesia)," ujar Bung Harpa.

"Kemudian juga yang kedua mengakomodir pelatih lokal yang saya dengar, ini juga sama antitesis dari yang sebelumnya, dan lain-lain."

"Jadi kelihatannya ini dimulai dengan sesuatu yang bagus. Proses pemilihannya lebih kolektif kolegial, mudah-mudahan hasilnya juga nanti bagus," tuturnya.

Bagikan

Baca Original Artikel