MotoGP: Bertaruh Nyawa demi Menjadi yang Tercepat
BolaSkor.com – Nama besar bukan satu-satunya hal yang akan didapat oleh para pembalap MotoGP. Terdapat sisi kelam dan brutal yang siap menghantui para pecinta adrenalin tersebut.
Hal ini diakui langsung oleh pembalap KTM, Jack Miller. Rider asal Australia ini bahkan mengaku dunia MotoGP tidak seindah seperti yang dibayangkan oleh masyarakat luas.
“Saat di Australia, di mana saya tumbuh, sebelum balapan, kamu akan dibriefing. Mereka lalu berkata, ‘Kamu mungkin akan terbunuh atau cedera, sementara mesin motor kamu rusak atau hancur’. Ini selalu terngiang di otak dan saya sudah mematahkan lebih dari 30 tulang, bahkan pernah kehilangan teman yang berharga,” tutur Miller, dikutip dari crash.net.
“Namun apakah saya pernah berpikir akan pensiun? Apakah pernah terlintas di pikiran saya? Jelas tidak pernah. Ini bisa terjadi dengan sesuatu yang kamu cintai, kamu ketakutan akan hal ini, tetapi kamu tidak terlalu memikirkannya,” tambahnya.
Harus diakui, hingga kini risiko cedera parah masih menjadi momok menakutkan bagi para pembalap MotoGP. Tidak jarang beberapa dari mereka terpaksa pensiun dini akibat kecelakaan fatal yang dialami ketika menjalani balapan.Sebut saja diantaranya seperti Wayney Rainey, Kevin Schwantz, dan Jorge Lorenzo.
Namun mau tidak mau mereka harus menghadapi risiko tersebut. Mereka rela mempertaruhkan nyawa hanya demi menjadi yang tercepat di atas lintasan balap.
“Rasa takut merupakan bagian dari olahraga ini. Ini merupakan pekerjaan kami, ketika kamu kecelakaan di kecepatan tinggi, kamu merasa sangat takut. Kamu jatuh ke gravel dengan sangat cepat dan mendekati dinding pengaman dalam waktu sekejap, tetapi sebelum itu, kamu tidak akan pernah memikirkannya,” tambah Francesco Bagnaia ketika disinggung mengenai kebrutalan dunia MotoGP.
Tidak hanya Miller dan Bagnaia saja, Fabio Quartararo turut memberikan komentarnya. Pembalap asal Perancis ini mengaku sudah terbiasa menghadapi resiko seperti ini. Bahkan rider berjuluk El Diablo ini menganggap risiko kecelakaan fatal sudah seperti menu makanannya sehari-hari.
"Kamu harus meletakkan keberanian di motor dan memberikan yang terbaik. Saya pernah patah di tulang kaki, punggung, pergelangan tangan, jari, dan masih banyak lagi! Sebenarnya pergelangan tangan kiri saya pernah dalam kondisi buruk, saya mengalami patah di 20 bagian. Itu dulu, sekarang kita harus fokus dengan yang dihadapi saat ini,” tandasnya.
Penulis: Bintang Rahmat