Menang tapi Disiuli Fans, Hal yang Wajar untuk Real Madrid
BolaSkor.com - Usai melalui kesulitan di dua laga terakhir, Real Madrid akhirnya menang dan juga jadi kemenangan pertama di bawah arahan Alvaro Arbeloa.
Pasca kalah 2-3 melawan Barcelona di final Piala Super Spanyol, juga melawan Albacete (2-3) di 16 besar Copa del Rey, Los Blancos menang di LaLiga.
Pada pekan 20 LaLiga di Santiago Bernabeu, Sabtu (17/01) malam WIB, Madrid menang 2-0 melalui gol Kylian Mbappe (58' penalti) dan Raul Asencio (65').
Madrid dominan dengan 71 persen penguasaan bola serta total melepaskan 27 tendangan, 12 di antaranya tepat sasaran.
Baca Juga:
Hasil LaLiga: Kalahkan Levante 2-0, Real Madrid Tempel Barcelona
Prediksi dan Statistik Real Madrid vs Levante: Momentum Kebangkitan
"Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit karena kami telah melewati minggu yang berat dan karena suasana yang telah tercipta. Ini tidak mudah," papar Arbeloa di laman resmi Madrid.
"Pertandingan ini bagus untuk kami karena kami menang, dan karena kami tahu kami harus melakukan banyak hal dengan jauh lebih baik untuk memenangkan lebih banyak pertandingan."
Disiuli di Santiago Bernabeu

Selebrasi Real Madrid (x/realmadrid)
Kendati menang, suporter di Santiago Bernabeu menyiuli para pemain Madrid setelah kalah di dua laga terakhir, yang langsung mengakhiri kans memenangi dua trofi.
Selain itu, disinyalir fans melakukannya juga setelah ramai di media sosial mengenai ego para pemain Madrid yang diyakini jadi alasan Xabi Alonso mengundurkan diri.
Arbeloa merespons soal kekecewaan fans tersebut dan menilainya sebagai hal yang wajar, mengingat Madrid selalu memiliki ambisi besar dan melalui dua laga terakhir dengan kekalahan.
"Kami tidak menjalani pekan yang baik dan para penggemar berhak menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap para pemain, tim, dan terutama terhadap saya," imbuh Arbeloa.
"Ini adalah pertandingan pertama saya sebagai pelatih Real Madrid di stadion ini dan apa yang saya lakukan sebagai pemain sudah berlalu, dan mereka sudah menunjukkan kasih sayang mereka kepada saya ketika saya masih menjadi pemain."
"Sekarang saya harus mendapatkannya sebagai pelatih."
"Siulan-siulan itu ditujukan kepada semua pemain, dan terutama kepada saya karena sayalah yang bertanggung jawab, pemimpin tim ini, dan orang yang harus disalahkan ketika terjadi kesalahan."
"Saya selalu sangat menghormati Bernabeu. Saya juga sering dicemooh, dan saya pikir salah satu alasan klub ini begitu hebat adalah karena betapa menuntutnya para penggemar kami," urai Arbeloa.