Italia Berita

Melihat Sepak Bola dengan Cara yang Berbeda, Max Allegri Pelatih Jenius

Arief Hadi - Senin, 05 Januari 2026

BolaSkor.com - AC Milan memanfaatkan dengan baik kondisi fokus bermain di kompetisi domestik musim ini di Serie A.

Terlebih setelah kandas di Coppa Italia dan Piala Super Italia, Il Rossoneri sepenuhnya fokus bermain di Serie A.

Sang pelatih, Massimiliano Allegri, menegaskan apabila Milan memiliki target mengakhiri musim di empat besar atau zona Liga Champions.

Baca Juga:

Davide Bartesaghi Masuk Radar Arsenal, AC Milan Siap Naikkan Gaji

Klasemen Terkini Serie A 2025/2026: Inter Milan Tidak Biarkan AC Milan Terlalu Lama di Puncak

Cetak Gol Kemenangan AC Milan, Rafael Leao Masih Kena Kritik Max Allegri

Akan tapi secara realistis, Milan juga dapat bersaing merebutkan Scudetto karena kini ada di urutan dua dengan 38 poin, di bawah Inter Milan (39 poin) dari 17 laga.

Max Allegri Pelatih yang Jenius

Massimiliano
Massimiliano Allegri (Football-Italia)

Hadirnya Allegri, melatih untuk periode dua, menjadi salah satu faktor kebangkitan Milan setelah musim lalu dilatih Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao.

Allegri merupakan salah satu pelatih top di Italia, pernah sukses bersama Milan (periode satu) dan Juventus, hingga menembus dua final Liga Champions meski gagal menang.

Pengalamannya, serta kualitasnya melatih, menjadi kunci bagi Milan bertarung merebutkan Scudetto.

Namun, tidak semua memahami sepak bola 'unik' yang diterapkan Allegri untuk mencapai target yang diinginkannya.

Mengenai hal tersebut pandit sepak bola yang notabene eks Juventus dan Inter Milan, Hernanes, turut membahasnya.

Dengan analogi panjang mengenai kabel baja yang sering terlihat di resor ski, Hernanes berbicara soal Allegri.

Massimiliano
Massimiliano Allegri (X Juventus)

"Allegri tidak memahami sepak bola; dia memahami fisika yang mengatur kereta gantung," kata Hernanes di Calciomercato.

"Ya, sampai 15 tahun yang lalu saya belum pernah ke resor ski, dan ketika saya pertama kali tiba, saya melihat kabel baja sepanjang kilometer, yang mengarah ke kabin-kabin itu, melengkung."

"Saya pikir kabelnya bermasalah; mereka tidak bisa mengangkatnya, terlalu berat."

"Tetapi saya mempelajari satu hal mendasar: kabel itu melengkung dengan sengaja."

"Justru lengkungan itulah yang mendistribusikan berat dan menyerap tenaga, dan itulah yang memungkinkan kabel untuk membawa orang ke atas dengan lebih sedikit usaha dan dengan lebih percaya diri."

"Saat menonton pertandingan Milan melawan Cagliari kemarin, saya melihat tim yang terus-menerus tertekan, kebobolan, melakukan kesalahan bahkan dalam hal-hal sederhana, dan pikiran yang kurang berpengalaman yang menilai tim, 'Lihat, Milan ini menderita, Milan ini tidak mendominasi, Milan ini tidak fokus'."

"Tapi saya bertanya kepada Anda: bagaimana jika justru lipatan, lengkungan, atau kejatuhan inilah yang menjadi kekuatan mereka? Ya, karena otak manusia tidak diciptakan untuk tegang, fokus, dan agresif selama 90 menit."

"Otak bekerja untuk aktivasi, untuk momen dan puncak, dan oleh karena itu, sebuah tim, seseorang yang tidak tahu bagaimana untuk beradaptasi, cepat atau lambat akan hancur."

"Tetapi di sinilah letak keajaiban Allegri dan Milan, dalam mengetahui bagaimana beradaptasi pada waktu yang tepat. Dan seperti kabel baja itu, mereka bangkit kembali," urai Hernanes.

Bagikan

Baca Original Artikel