Sosok Ragam Feature Inggris Berita

Melihat Perjalanan Pelatih Baru Chelsea, Liam Rosenior di Dunia Sepak Bola

Arief Hadi - Rabu, 07 Januari 2026

BolaSkor.com - Chelsea tak ingin berlama-lama membiarkan kursi kepelatihan kosong pasca memecat Enzo Maresca pada 1 Januari 2026.

Saat ini, posisi tersebut ditempati pelatih interim, Calum McFarlane, yang sebelumnya menangani Chelsea U-21. Ia telah membawa Chelsea melalui satu laga kala imbang 1-1 lawan Manchester City.

Manajemen bergerak cepat dan mengamankan servis pelatih muda asal Inggris, Liam Rosenior, setelah sebelumnya menangani Strasbourg.

Baca Juga:

Dikontrak Enam Setengah Tahun, Chelsea Konfirmasi Liam Rosenior sebagai Pelatih Baru

Ingin Dekat dengan Istri dan Anak di Rumah, Liam Rosenior Konfirmasi OTW Jadi Pelatih Chelsea

Dikritik, Pedro Neto Tidak Akan Pernah Bisa seperti Eden Hazard di Chelsea

"Chelsea dengan senang hati mengumumkan penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih kepala tim putra," demikian pernyataan dari laman resmi Chelsea.

"Pelatih asal Inggris ini telah menandatangani kontrak dengan klub yang akan berlaku hingga tahun 2032."

"Rosenior tiba di Stamford Bridge setelah melatih di luar negeri bersama RC Strasbourg."

Nama Rosenior tak asing bagi penonton sepak bola Inggris di masa lalu, tapi tidak familiar pada era sepak bola modern.

Mengutip dari laman resmi Chelsea, mari bersama melihat perjalanan sepak bola Liam Rosenior.

1. Akar Sepak Bola

Leroy, ayah Liam Rosenior kala jadi pelatih (Laman Resmi Chelsea)

Berkat ayahnya, Leroy, Rosenior tumbuh di lingkungan sepak bola.

Leroy merupakan mantan penyerang Fulham, Queens Park Rangers (QPR), dan West Ham United, dan setelah pensiun ia juga menjadi pelatih di kasta bawah sepak bola Inggris.

Mengamati cara ayahnya melatih, Rosenior berkembang dan pada usia 11 tahun mengikuti sesi latihan dengan tim sekolah dan juga bermain di sana.

"Aspek taktik sepak bola, perencanaan, dan persiapan tim adalah hal-hal yang menarik minat saya sejak awal," kata Rosenior pada 2025.

2. Karier sebagai Pemain

Sebagai pemain, Rosenior dikenal sebagai bek kanan yang dapat diandalkan dan juga dapat bermain sebagai gelandang.

Rosenior menghabiskan sepanjang kariernya di Premier League dan Championship, memiliki jumlah 400 penampilan di tim senior.

Datang dari akademi Bristol City sebelum gabung Fulham, bakat Rosenior membawanya ke timnas Inggris U-20 dan U-21, bermain reguler di Fulham sebelum pergi ke Reading pada 2007.

Dua musim di sana, Rosenior gabung Ipswich Town sebagai pemain pinjaman sebelum pergi permanen ke Hull City pada 2010-2011.

Di sana, Rosenior bermain 161 kali, menjadi kapten, dan tampil di final Piala FA kontra Arsenal pada 2014 (Hull kalah).

Rosenior pensiun pada 2018 setelah membawa Brighton & Hove Albion promosi untuk kali pertama ke Premier League.

3. Karier Kepelatihan

Liam Rosenior di Derby County (Laman Resmi Chelsea)

Berusia 34 tahun, Rosenior memulai karier kepelatihan sebagai asisten pelatih Brighton U-23 sebelum pindah ke Derby County, menjadi bagian staf kepelatihan Phillip Cocu.

Sebagai spesialis pelatih tim utama, Rosenior diberi tugas mengembangkan talenta muda di sesi latihan dan menganalisis tim-tim lawan.

Rosenior menjadi asiste pelatih kala Wayne Rooney ditunjuk pada awal 2021, dan di tahun berikutnya menjadi pelatih interim County.

Paul Warne datang pada 2022 dan Rosenior pergi menuju mantan klubnya, Hull City, sebagai pelatih kepala.

Saat ia datang Hull dekat dengan zona degradasi, tetapi Rosenior mengangkat performa tim hingga sintas di Championship.

Rosenior melatih Strasbourg di Ligue 1 pada 2024, membantu tim mengakhiri musim di urutan tujuh dan klub bermain di Eropa untuk kali pertama sejak 19 tahun lamanya.

4. Gaya Kepelatihan

Liam
Liam Rosenior (X/TouchlineX)

Rosenior memiliki reputasi membangun tim yang ekspresif pada penguasaan bola, juga berpola pikir permainan ofensif.

Musim ini di lima liga top Eropa, Strasbourg telah memainkan bola lambung paling sedikit karena Rosenior suka timnya membangun serangan dari belakang.

Pada masa kepelatihannya juga, Rosenior dapat beradaptasi, mengganti taktik empat atau tiga bek bergantung kebutuhan tim.

Musim lalu, Strasbourg juga mencetak banyak gol dari sepak pojok ketimbang tim-tim lainnya di Ligue 1, juga kebobolan sedikit gol.

Rosenior juga dikenal mampu mengembangkan bakat pemain muda, membangun etos kerja bagus di tim.

Liam Delap, Fabio Carvalho, dan Tyler Morton bermain bagus kala dipinjamkan di Hull pada awal kariernya.

Sementara itu, Strasbourg memiliki starting XI termuda di Ligue 1 dan mereka dapat merepotkan tim-tim teratas Ligue 1, seperti saat mengalahkan PSG pada Mei lalu.

5. Kata Mereka soal Rosenior

Wayne Rooney dan Liam Rosenior (Laman Resmi Chelsea)

Wayne Rooney, yang pernah bekerja dengan Rosenior di Derby, memiliki kata-kata yang tepat untuk menggambarkan Rosenior.

"Liam adalah pelatih bagus yang pernah saya ajak bekerja sama," kata Rooney.

"Perhatiannya pada detail, bagaimana dia mendekati kegiatan sehari-hari, dia sebaik yang pernah saya ajak bekerja sama."

"Liam sangat penting bagi saya. Dia luar biasa dalam kemampuan melatihnya. Saya lebih berperan sebagai manajer dan berurusan dengan pemain dan segalanya."

"Jadi saya banyak belajar darinya dari sudut pandang itu dan saya pikir dia telah melakukan pekerjaan yang hebat secara keseluruhan."

Pemain Chelsea yang pernah dilatih Rosenior di Strasbourg, Andrey Santos, juga memuji tinggi pelatih barunya di Chelsea tersebut.

"Dia pelatih yang hebat. Saya senang bekerja dengannya. Semua pemain antusias dengan komitmen dan visinya," papar Santos.

"Ditambah lagi, gaya permainan yang dia inginkan sangat cocok untuk saya."

"Dia menginginkan penguasaan bola, memperbanyak umpan untuk merepotkan lawan, dan dia ingin menang, itu yang terpenting."

"Dia meminta saya melakukan segalanya: bertahan, merebut bola kembali, dan mengoper bola sebersih mungkin."

"Tetapi dia juga memberi saya kebebasan untuk menjadi diri sendiri, menembak dari jarak jauh, dan masuk ke kotak penalti. Saya merasa berguna," urainya.

Bagikan

Baca Original Artikel