"Padahal yang seharusnya berhak hadir dalam pertemuan itu adalah manajer atau orang yang mendapat mandat dari manajer. Bahkan dalam berkas manager meeting jelas-jelas disebutkan manajer klub," kata juru bicara manajemen Persid, Wardoyo Achmad, Jumat (4/4). Wardoyo mengingatkan kepada pengurus Persid, bahwa pembentukan dan pengelolaan tim sudah diserahkan kepada Saptafani Rahmansyah sebagai manajer. Jadi seharusnya pengurus tak boleh turut campur hal-hal teknis yang menjadi wewenang manajer. "Kami baru mendapat berkas untuk persiapan manager meeting yang dikirim PT Liga kepada pengurus Persid pada akhir Maret lalu," kata Wardoyo. "Belum lagi kami merapatkan barisan untuk menentukan siapa saja yang berangkat ke Jakarta mendampingi manajer, kami mendapat kabar bahwasanya manager meeting sudah dihadiri tiga orang tadi," kata Wardoyo. Manajemen Persid kecewa dengan perilaku pengurus yang main serobot itu. Apalagi, menurut Wardoyo, hasil manager meeting tidak dilaporkan ke manajemen. "Bagaimana kami akan menjalani kompetisi Divisi Utama, jika manual dan aturannya pun kami tidak pegang," katanya. Manajemen Persid memberikan tenggat kepada mereka yang menghadiri pertemuan manajer itu untuk melaporkan hasilnya. "Kami tunggu sampai 12 April 2014. Kalau tidak ada perkembangan, maka kami anggap tidak ada itikad baik dari pengurus Persid," kata Wardoyo. (bj)