Liga Champions: Juara Bertahan Serie A Disingkirkan Chelsea, Rekor Buruk Antonio Conte Berlanjut
BolaSkor.com - Perjalanan juara bertahan Serie A, Napoli, di Liga Champions musim ini berakhir prematur di fase liga.
Napoli gagal berakhir di 24 besar dengan hanya mengoleksi delapan poin dari delapan laga, mencatatkan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan.
Teranyar, Napoli kalah 2-3 di Stadio Diego Armando Maradona melawan Chelsea, Kamis (29/01) dini hari WIB.
Tiga gol Chelsea dicetak Enzo Fernandez (19' penalti) dan dua gol Joao Pedro (61', 82') yang diperkecil gol Antonio Vergara (33') dan Rasmus Hojlund (43').
Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Chelsea Singkirkan Napoli, Lima Tim Inggris Lolos Langsung ke 16 Besar
Isu Cole Palmer Gabung Manchester United Berembus Kencang, Pelatih Chelsea Buka Suara
Hasil Premier League: Hajar Crystal Palace 3-1, Chelsea Tembus Empat Besar
Tersingkirnya Napoli menjadi catatan miris mengingat mereka juara bertahan Serie A, tetapi Antonio Conte bangga dengan perjuangan anak-anak asuhnya.
"Saya sangat bangga dengan para pemain kami, karena kami menekan mereka, menciptakan peluang, dan berjuang untuk setiap bola. Sayang sekali, kami pantas setidaknya lolos ke babak play-off," kata Conte dikutip dari Football-Italia.
Rekor Buruk Antonio Conte Berlanjut
Tersingkirnya Napoli di Liga Champions semakin mempertegas kesulitan sang pelatih, Antonio Conte, tiap kali memimpin tim di turnamen antarklub terbaik Eropa tersebut.
Conte pernah mengangkat trofi Liga Champions sebagai pemain pada 1995/1996, tetapi sebagai pelatih catatannya tidak bagus.
Laga melawan Chelsea, mantan klubnya, merupakan pertandingan ke-50 melatih di Liga Champions dan catatannya adalah 17 kemenangan, 17 kekalahan, dan 16 hasil imbang.
Conte telah meraih 61 poin dari 44 laga di fase grup atau liga dengan catatan rata-rata 1,39 poin - angka yang rendah jika dibandingkan dengan Carlo Ancelotti, Massimiliano Allegri, Jose Mourinho, dan Pep Guardiola.
Sementara itu, Conte melatih pada 618 laga di seluruh kompetisi dengan memenangi 374 pertandingan, menderita 110 kekalahan, mengoleksi 2,03 poin per laga dengan rata-rata persentase kemenangan 60,5 persen. Namun, di Liga Champions angka itu menurun menjadi 34 persen.