BolaSkor.com - Komite Wasit PSSI menilai dua gol Dewa United Banten FC ke gawang Persib Bandung sah secara laws of the game.
Dewa United harus bermain imbang 2-2 melawan Persib, pada laga lanjutan pekan ke-28 Super league 2025/2026 di Banten International Stadium (BIS), Banten, Senin (20/4) malam WIB.
Dua gol Dewa United dicetak oleh Alex Martins (24') dan Ricky Kambuaya (61'). Sedangkan Persib membalas lewat Thom Haye (77' penalti) dan Andrew Jung (86').
Dua gol Dewa United menjadi sorotan karena situasi bola terlihat keluar garis, dan handball.
Baca Juga:
Absensi Alex Martins Tak Pengaruhi Dewa United, Madura United Tetap Siaga Satu
Dewa United dan Bhayangkara FC Berdamai Usai Insiden di EPA U-20
Pertama, Alexis Messidoro mengambil bola yang dilihat keluar garis, sebelum memberikan umpan matang ke Alex Martins untuk dikonversi menjadi gol.
Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa dan Kepala Departemen Wasit Pratap Singh mendukung keputusan wasit pertandingan tersebut.
"Dalam situasi ini, asisten wasit tidak memberikan sinyal bola keluar dengan mengangkat bendera. Dari posisi wasit, sangat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk mengetahui apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam permainan. Karena itu, wasit bertanya kepada asisten wasit," kata Ogawa, saat menyampaikan materi Referee Workshop for Media di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, Kamis (23/4)
"Namun, posisi asisten wasit saat itu berada sekitar 50-55 meter ke bola. Pandangannya juga terhalang dua tiang gawang dan kaki pemain Dewa tersebut. Prinsip yang selalu ditekankan kepada wasit adalah, jika tidak yakin, maka permainan harus dilanjutkan. Karena itu, posisi wasit dan asisten wasit harus benar-benar ideal serta yakin apakah bola sudah keluar atau masih berada di dalam lapangan," ujarnya menambahkan.
Tidak Handball

Dewa United Banten FC vs Persib Bandung berakhir imbang 2-2. (Persib.co.id)
Kedua, Alex Martins terlihat handball, sebagai awal proses gol Ricky Kambuaya.
Pratap menjelaskan, gol Ricky Kambuaya yang berawal dari Alex Martins itu tidak handball. Berdasarkan laws of the game, bola defleksi mengenai kaki terlebih dahulu sebelum menyentuh tangan.
"Ini merupakan situasi defleksi karena bola berubah arah secara tidak terduga setelah mengenai pemain. Wasit membiarkan permainan tetap berlanjut karena bola terdefleksi ke arah yang tidak terduga," ujar Pratap.
"Sementara pemain Dewa masih melanjutkan pergerakan hingga akhirnya tercipta gol. Dalam Pasal 12 tentang pelanggaran dan kelakuan buruk (LOTG), terdapat penjelasan mengenai sentuhan tangan yang tidak disengaja, misalnya bola mengenai tangan karena posisi natural atau karena defleksi. Situasi seperti itu tidak selalu dianggap pelanggaran," tutupnya.