Juara Paruh Musim Tak Berarti Banyak untuk Inter Milan
BolaSkor.com - Inter Milan dipastikan mengamankan status sebagai juara paruh musim atau musim dingin Serie A.
Pada laga tunda pekan 16 di Giuseppe Meazza, Kamis (15/01) dini hari WIB, Inter menang 1-0 atas Lecce via gol Pio Esposito (78').
Dengan hasil tersebut, Inter menjauh di urutan satu Serie A dalam perburuan Scudetto (mengoleksi 46 poin) dan berada di atas AC Milan (40 poin dari 19 laga) dan Napoli (40 poin dari 20 laga).
Baca Juga:
Hasil Pertandingan: Inter Milan Menang Tipis, Real Madrid Angkat Koper
Jadwal Live Streaming Serie A Inter Milan vs Lecce, Waktu Bertanding Kamis (15/01) Pukul 02.45 WIB
Inter Milan Rekrut Bek Tengah Asal Kroasia yang Baru Berusia 18 Tahun
"Terlepas dari kesulitan menemukan jalan keluar dan ketajaman yang tepat untuk membuat pilihan tertentu, tim ini memiliki sikap yang benar, mereka percaya hingga akhir dan memiliki semangat untuk membawa pulang kemenangan," papar pelatih Inter, Cristian Chivu di Football-Italia.
"Ini adalah pertandingan di mana kemungkinan kalah lebih besar daripada menang. Para pemain ini pantas sukses, karena mereka melakukan segalanya untuk membawa pulang hasil yang baik."
Juara Paruh Musim Tak Berarti Apapun
Chivu juga menegaskan apabila status juara paruh musim tak berarti apapun untuk Inter saat ini, karena yang terpenting baginya adalah posisi puncak klasemen pada Mei.
"Saya pernah memenangkan gelar semi-final juara musim dingin sebelumnya dalam karier saya, tetapi itu tidak berarti apa-apa, yang penting adalah berada di sana pada bulan Mei," tegas Chivu.
"Artinya, kami kompetitif, tetapi seperti yang saya katakan beberapa hari yang lalu, ini akan menjadi pertarungan sampai akhir untuk setiap poin."
Chivu juga menuturkan alasan memberikan Inter waktu libur sehari sebelum laga melawan Lecce, yang sempat dikritik media Italia.
"Semuanya relatif, saya tidak perlu membenarkan pilihan saya," imbuh Chivu.
"Saya membuat keputusan ini karena pengalaman saya, apa yang saya lihat dalam latihan, apa yang saya lihat di mata para pemain ini."
"Mungkin sepak bola Italia tidak terbiasa dengan cara saya melakukan beberapa hal dan mungkin tampak aneh, terkadang berhasil dan terkadang tidak, tetapi semua itu tidak menarik bagi saya."
"Yang menarik bagi saya adalah lima bulan ke depan di musim ini."
"Saya percaya pada para pemain ini, tidak ada yang menjamin kemenangan hanya dengan latihan intensif."
"Mengingat semua latihan intensif yang pernah saya ikuti sebagai pemain, seharusnya saya memenangkan setiap turnamen. Saya percaya pada kedewasaan para pemain saya," pungkasnya.