Italia Berita

Inter Milan Konsisten, Cristian Chivu Ungkap Cara Atasi Jadwal Padat

Arief Hadi - Senin, 02 Februari 2026

BolaSkor.com - Inter Milan berlari kencang dalam perburuan titel Serie A atau Scudetto. Hingga pekan 23 Serie A, Inter meraih 55 poin dan ada di urutan satu.

Teranyar, Inter menang 2-0 melalui gol Lautaro Martinez (16') dan Piotr Zielinski (31') atas Cremonese di Stadio Giovanni Zini, Senin (02/02) dini hari WIB.

Inter mengoleksi 55 poin dan terpaut delapan poin dengan urutan terdekat, AC Milan, yang baru bermain 22 kali.

Cristian Chivu, pelatih yang menggantikan Simone Inzaghi di awal musim ini, melihat kedewasaan dari cara Inter bemain.

Baca Juga:

Klasemen Terkini Serie A: Inter Milan Unggul Delapan Poin dari AC Milan

Hasil Pertandingan: Inter Milan dan Juventus Petik Tiga Poin, Manchester City Batal Menang

Jadwal dan Link Streaming Cremonese vs Inter Milan, Senin 2 Februari 2026

"Saya melihat kedewasaan dalam memahami momen-momen yang tepat dalam pertandingan, dan cara-cara untuk meraih kemenangan," kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

"Dalam hal mendominasi permainan, kami selalu memegang kendali, meskipun mereka tidak memberi kami banyak kesempatan."

"Kami sedikit lambat dalam mengalirkan bola, karena kami kekurangan energi untuk menyerang lini pertahanan mereka yang rapat, tetapi kemudian kami unggul sebelum jeda babak pertama."

"Setelah jeda, permainan sedikit lebih santai, karena jelas ada sedikit kelelahan, tetapi yang terpenting adalah menang dan kami berhasil melakukannya," tambahnya.

Cara Chivu Atasi Jadwal Padat

Pelatih
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu (Football-Italia)

Seperti halnya dua rival lainnya, Napoli dan Juventus, Inter juga bermain pada jadwal padat di Liga Champions dan Serie A.

Namun berbeda dengan kedua tim tersebut, Inter lebih konsisten bermain dan Chivu membagi resep caranya mengatasi jadwal padat.

"Keputusan yang saya buat di masa lalu untuk melakukan rotasi mencerminkan apa yang Anda katakan," imbuh Chivu.

"Saya memberikan hari istirahat sebelum pertandingan besar dan dikritik di media karena hal itu."

"Ada banyak pertandingan, itu meningkatkan risiko cedera, tetapi ketika kami berada di banyak turnamen, itu adalah risiko yang harus kami terima."

"Saya tidak mengeluh, tetapi yang akan saya katakan adalah saya tidak sabar menunggu jendela transfer ditutup," urainya.

Bagikan

Baca Original Artikel