BolaSkor.com - Sejumlah kericuhan pecah saat pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam laga pekan ke-33 Liga 1 di Stadion Manahan Solo, Jumat (03/11/17) sore tadi WIB. Beberapa penonton jadi korban pengeroyokan lantaran diduga sebagai suporter Persib.
Kericuhan pertama dimulai dari tribun timur B8 pada jeda babak pertama. Terlihat seorang penonton jadi bulan-bulanan oknum suporter Persija, sebelum kemudian dievakuasi puluhan petugas kepolisian.
Tak lama kemudian, kericuhan juga merembet ke tribun utara. Salah seorang penonton berbaju hitam terlihat diamankan petugas kepolisian setelah menjadi bulan-bulanan oknum suporter di tribun utara.
Pemuda itu ternyata bernama Ahmad Habibi. Dia bukanlah pendukung Tim Maung Bandung, seperti dugaan oknum suporter Persija yang mengeroyoknya. Melainkan penonton asal Sukoharjo.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) itu ternyata cukup mengagumi Persija. Dia yang baru berusia 19 tahun tak pernah melewatkan pertandingan Persija saat main di Solo.
"Saya tadi terburu-buru ke Manahan. Jadi tidak sempat ganti baju. Ternyata baju saya ada warna birunya. Apes saja hari ini. Tapi saya tidak kapok menyaksikan Persija," terang Ahmad saat ditemui wartawan di tribun barat.
Selain Ahmad, ada pula suporter yang dievakuasi petugas kepolisian dari tribun barat B8. Lukanya terlihat lebih parah lantaran saat dibawa polisi sudah tak sadarkan diri.
Atas kejadian itu, Ketua Umum PP Jakmania, Ferry Indra Syarif mengaku belum mengetahui identitas penonton yang jadi korban. Namun secara khusus dia meminta maaf kepada para korban dan Pasoepati (Suporter Persis Solo) sebagai tuan rumah.
Menurutnya, jalannya pertandingan kali ini lebih kondusif dari tahun lalu. Tidak ada lagi aksi sweeping kartu identitas atau ponsel yang membuat belasan penonton luka parah.
"Kami minta maaf kepada Pasoepati dan warga Solo karena ada lagi kejadian yang tidak mengenakkan. Tapi paling tidak tahun ini sudah jauh lebih baik dari tahun lalu. Ini sudah tidak ada lagi sweeping. Dua korban yang saya lihat tadi juga masih bisa jalan," ucap Ferry.
Ferry pun memastikan upaya menjalin hubungan dengan suporter Persib terus berjalan. Hanya diakuinya, untuk benar-benar ada kata damai harus melalui proses yang cukup panjang.
"Damai itu butuh proses," tegasnya. (Laporan Kontributor Nofik Lukman/Solo)