Final Piala Super Spanyol: Xabi Alonso Siapkan Rencana untuk Redam Lamine Yamal
BolaSkor.com - Real Madrid akan menantang Barcelona pada pertandingan final Piala Super Spanyol 2025-2026, di King Abdullah Sports City, Senin (12/1) dini hari WIB.
Barcelona memastikan diri melaju ke laga puncak setelah menumbangkan Athletic Bilbao pada duel sebelumnya.
Barca mencatatkan kemenangan meyakinkan dengan skor lima gol tanpa balas.
Baca Juga:
Final Piala Super Spanyol: Rekor Duel Barcelona vs Real Madrid
Nasib Xabi Alonso Andai Real Madrid Kalah Lawan Barcelona di Final Piala Super Spanyol
Pulih Lebih Cepat, Kylian Mbappe Siap Perkuat Real Madrid Melawan Barcelona
Sementara itu, Real Madrid datang usai melalui pertandingan sengit kontra tim satu kota, Atletico Madrid.
Los Blancos meraih tiket final setelah menang dengan skor tipis 2-1.
Pertandingan El Clasico pada final kali ini mengulangi apa yang terjadi pada edisi sebelumnya ketika Barcelona menang dengan skor 5-2.
Kini Real Madrid tentu ingin membalaskan kekalahan tersebut sekaligus merebut Piala Super Spanyol dari tangan Barcelona.
Jinakkan Lamine Yamal

Lamine Yamal (x/FCBarcelona)
Namun tentu tidak akan mudah untuk mengalahkan Barcelona yang saat ini ada di puncak klasemen LaLiga, unggul empat poin dari Real Madrid.
Selain itu, Barcelona juga memiliki Lamine Yamal, pemain yang hampir selalu merepotkan pertahanan lawan dengan kecepatan, teknik, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu.
Pelatih Madrid, Xabi Alonso, menyadari bahaya tersebut dan telah memberikan instruksi kepada para pemainnya.
Alonso ingin membuat Yamal berjuang keras secara fisik, dengan tujuan menguras energinya sejak awal pertandingan.
Seperti dilansir Marca, ide utamanya adalah memaksa Lamine Yamal untuk lebih sering turun membantu pertahanan.
Alonso meyakini pendekatan ini sebagai kunci untuk menetralisir pengaruh Yamal.
Karena itu, para bek Real Madrid telah diinstruksikan untuk menutup kaki kirinya serta memutus jalur umpan terobosan.
Strategi serupa sudah pernah diterapkan dan terbukti efektif dalam El Clasico di LaLiga.
Saat itu Lamine Yamal tidak mampu berbuat banyak.