Falcao Tak Sabar Hadapi Ricardinho di Indonesia, Duel GOAT Futsal Dunia
BolaSkor.com - Legenda futsal dunia, Alessandro Rosa Vieira atau yang akrab disapa Falcao, mengaku tak sabar untuk menghadapi Ricardinho di Indonesia.
Dua legenda futsal dunia itu akan berhadapan di ajang Futsal XSeries 2 yang akan digelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 17-18 Januari 2026.
Baca Juga:
Kisah Timnas Futsal Indonesia yang Sempat Tersasar saat SEA Games 2025
Luis Estrela Pede dengan Masa Depan Timnas Futsal Putri Indonesia Usai Sabet Perak di SEA Games 2025
Sejarah! Timnas Futsal Indonesia Raih Emas SEA Games 2025 Usai Hajar Tuan Rumah Thailand 6-1
Pertemuan antara keduanya menjadi salah satu momen yang selalu ditunggu-tunggu karena Falcao dan Ricardinho disebut-sebut sebagai pemain terbaik dunia sepanjang masa atau Greatest of All Time (GOAT) di dunia futsal.
“Bagi saya, ini merupakan suatu kehormatan untuk bisa menghadapi Ricardinho. Saya rasa kami adalah dua referensi futsal terbesar di dunia,” tutur Falcao saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (14/1).
Indonesia Tempat Istimewa
Falcao juga menilai bahwa momen pertemuan antara keduanya merupakan momen spesial yang sangat jarang terjadi.
“Kami memiliki pertandingan Falcao melawan Ricardinho ini di mana Indonesia akan menjadi yang pertama menggelar konfrontasi ini setelah bertahun-tahun, terutama setelah kami berdua berhenti bermain profesional,” kata Falcao.
“Jadi, kami merasa istimewa berada di Indonesia dan Indonesia juga istimewa karena memiliki pertandingan antara Falcao dan Ricardinho ini,” lanjutnya.
Tetap Kompetitif
Meskipun laga tersebut hanya sebatas ekshibisi, Falcao tetap akan bersaing secara kompetitif dan mengincar hasil terbaik.
“Ini adalah pertandingan ekshibisi, tetapi tetap menjadi sebuah kompetisi, bukan? Saya ingin menang, Ricardinho ingin menang, (Carlos) Ortiz ingin menang, semura orang ingin menang,” tegas Falcao.
“Tapi, yang paling penting adalah kita bisa memberikan pertunjukan yang luar biasa bagi publik Indonesia,” tegas atlet 48 tahun itu.
Penulis: Gazza Roosaryatama