Emosi Ruben Amorim Akhirnya Meledak, Cerita Bisa Berakhir seperti Enzo Maresca di Chelsea
BolaSkor.com - Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, akhirnya mengutarakan isi hatinya yang sudah lama terpendam. Amorim menegaskan dirinya bukan hanya pelatih Setan Merah, tetapi seorang manajer yang punya kendali lebih luas.
Manchester United kembali meraih hasil yang tidak diinginkan. Bertandang ke markas Leeds United, The Red Devils gagal menang usai ditahan dengan skor 1-1.
Baca Juga:
Ruben Amorim Datang ke Manchester United sebagai Manajer, Bukan Sekadar Pelatih
Hasil Premier League: Imbang 1-1 di Roses Derby, Manchester United Naik ke Urutan Lima
Jadwal Siaran Langsung dan Link Streaming Leeds United vs Manchester United, Live Sebentar Lagi
Hasil itu membuat Man United semakin sulit menembus zona Liga Champions. Saat ini, Bruno Fernandes dan kawan-kawan tertahan pada posisi keenam dengan 31 poin dari 20 laga.
Tak pelak sorotan tajam kembali diarahkan kepada Ruben Amorim. Kemampuan pelatih asal Portugal itu dalam meracik taktik kembali dipertanyakan.
Ruben Amorim Membela Diri
Namun, kali ini Amorim tidak diam saja. Eks pelatih Sporting CP itu melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi.
Amorim menegaskan dirinya datang ke Man United untuk menjadi seorang manajer, bukan hanya pelatih.
Melihat hal itu, Gary Neville yang juga merupakan mantan pemain Manchester United merasa ada yang tidak beres.
Dugaannya adalah Amorim tidak mendapatkan dukungan penuh dari manajemen. Sang pelatih tidak mendapatkan kepercayaan dalam mengendalikan Man United.
"Sesuatu telah terjadi di sana dalam seminggu terakhir dengan kutipan-kutipan yang muncul yang berarti Ruben Amorim sekarang mulai sedikit meluapkan emosinya," ungkap Neville menurut laporan Independent.
Amorim Bisa Bernasib seperti Enzo Maresca

Ruben Amorim (X/FabrizioRomano)
Peliknya, pernyataan Amorim bisa memberikan efek domino. Contoh yang paling buruk adalah apa yang dialami Enzo Maresca di Chelsea.
Pelatih asal Italia itu kehilangan jabatannya setelah bersitegang dengan manajemen The Blues.
"Itu seperti yang dilakukan Maresca ketika dia berkata, 'Saya mengalami 48 jam terburuk di Chelsea'."
"Bukan persis seperti itu, tetapi ada kemiripannya. Hanya saja maksudnya tidak dijelaskan secara eksplisit," lanjut sang legenda.
"Semua orang harus membaca maksud tersiratnya, yang menurut saya menunjukkan bahwa dia tidak senang dengan sesuatu di dalam hierarki."
Ruben Amorim Menyebut Nama Gary Neville

Ruben Amorim (Laman Resmi Premier League)
Menariknya, dalam pernyataannya, Amorim turut menyeret nama Gary Neville. Amorim meyakini Man United perlu menerima Neville dan kritik-kritik yang dilayangkan.
Menanggapi pernyataan itu, Neville meyakini posisi Ruben Amorim di Manchester United sudah sangat terpojok.
"Saya rasa itu satu di antara hal yang cenderung dilakukan manajer menjelang masa-masa sulit. Mereka cenderung menyerang para komentator dan saya tidak masalah dengan itu sama sekali," papar Neville.
"Sebenarnya saya cukup mendukung penampilan Manchester United dalam beberapa minggu terakhir melawan Bournemouth, Aston Villa, dan Newcastle, saya pikir mereka sangat bagus."
"Namun, saya tidak bisa mendukung setelah pertandingan melawan Wolves, jika itu yang dimaksud Ruben Amorim."
Berikutnya, Manchester United akan bertandang ke markas Burnley pada Kamis (8/1) dini hari WIB.
Tiga hari berselang, Manchester United akan bersua Brighton pada pertandingan putaran ketiga Piala FA.