Diaspora Banjiri Super League, Shayne Pattynama Beri Jawaban Menohok untuk Pengkritik
BolaSkor.com - Musim ini Super League menjadi tujuan bagi beberapa pemain diaspora Timnas Indonesia.
Terbaru, ada Shayne Pattynama yang memilih bergabung dengan Persija Jakarta setelah setengah musim bermain di Liga Thailand bersama Buriram United.
Lalu, belakangan, Dion Markx juga resmi masuk daftar pemain diaspora yang pulang ke Tanah Air untuk membela Persib Bandung.
Shayne Pattynama dan Dion Markx menyusul para pemain diaspora lainnya yang dari awal musim hijrah ke Indonesia, di antaranya Jordi Amat (Persija), Thom Haye (Persib), Eliano Reijnders (Persib), Jens Raven (Bali United), dan Rafael Struick (Dewa United Banten FC).
Situasi ini membuat beberapa pihak melontarkan kritik pedas. Mereka menyayangkan banyaknya pemain diaspora yang justru pulang dan membela klub Indonesia.
Terkait hal ini, Shayne Pattynama mengajak para pengkritik itu untuk lebih arif dan bijaksana. Menurutnya, mereka harus melihat dari sudut pandang lain.
Baca Juga:
Transfer Berlangsung Cepat, Shayne Pattynama Tak Berpikir Dua Kali Gabung Persija Jakarta
Marc Klok Bilang Begini ke Shayne Pattynama, Dukung ke Persija Tapi Persib yang Jadi Juaranya
Shayne Pattynama Diskusi dengan Jordi Amat sebelum Gabung Persija
Shayne menjelaskan bahwa dengan kehadiran para pemain diaspora yang punya pengalaman atau jam terbang di Eropa, hal ini diharapkan membawa dampak positif ke Super League dan klub-klub Indonesia.
Jebolan FC Utrecht itu heran dengan orang Indonesia yang tidak mendukung upaya peningkatan kualitas kompetisi di dalam negeri. Menurutnya, hal itu sama saja dengan merendahkan negara sendiri.
"Anda tahu, tentu orang selalu mengkritik. Dan saya paham bahwa orang-orang ingin ingin kami, para pemain, memungkinkan bermain di liga terbaik. Tapi orang-orang juga perlu paham bahwa kita sebagai negara sedang berkembang dalam sepak bola," kata Shayne Pattynama.
"Jadi, kita mendapatkan liga yang lebih baik. Kita mendapatkan Timnas yang lebih baik. Dan saya rasa ketika orang bilang "Oh, jangan ke Indonesia. Jangan ke liga itu. Liga itu jelek," saya merasa mereka merendahkan Indonesia. Yang mana itu tidak baik. Karena kita sedang bertumbuh."
"Dan, ada banyak waktu yang Federasi (PSSI) curahkan untuk ini. Presiden Federasi (Erick Thohir), liga, semua orang mencoba membawa liga (Super League) ke level selanjutnya. Dan jika Anda ingin berkembang sebagai Timnas, Anda juga perlu berkembang sebagai liga."
"Dan, saya rasa ketika orang bicara seperti "Oh, ini tidak bagus, ini tidak bagus," Anda merendahkan negara Anda sendiri, menurut saya. Dan saya tidak percaya akan hal itu," tuturnya.
Kompetisi dalam Negeri Elemen Penting untuk Timnas Indonesia

Thom Haye menjalani debut saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung, Jumat (12/9) sore WIB. (Persib.co.id)
Shayne Pattynama menjelaskan bahwa kompetisi profesional di dalam negeri seperti Super League merupakan elemen penting dalam pembentukan tim nasional.
Sebagai pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama ingin punya andil dalam membantu kompetisi di dalam negeri berkembang ke arah yang lebih baik.
"Saya paham Anda bisa mengkritik dan saya paham Anda ingin yang terbaik untuk kami. Tapi Anda juga perlu paham bahwa kita harus berkembang sebagai negara dan ini bagian dari itu."
"Jadi saya pikir, apa yang ingin saya bawa ke Timnas atau ke kompetisi ini adalah, Anda tahu, kualitas, pengalaman. Dan, seperti pemain lainnya, Thom (Haye) ada di sini, Eliano (Reijnders), Marc Klok ada di sini, lebih banyak, lebih banyak pemain."
"Dan saya rasa mereka tidak seharusnya bicara begitu negatif soal ini. Kita perlu saling membantu untuk tumbuh. Seperti fans, pemain, semuanya. Jika Anda hanya akan bicara negatif, kritik, kritik."
"Ya Anda butuh kritik, tapi seimbang, Anda tahu? Jadi saya percaya bahwa mereka tidak boleh terlalu negatif tentang Indonesia karena itu merendahkannya. Jadi itu pendapat saya. Tapi semua orang boleh punya pendapat," tutur Shayne Pattynama.