Didatangkannya dua pemain ini setelah manajemen mencoret striker Jean Paul Boumsong. Mantan striker Persebaya ini baru mencetak satu gol serta dianggap nalurinya mencetak golnya menurun dan rentan cedera. Di laga terakhir kontra Persita Tangerang pemain asal Kamerun ini sudah tidak dimainkan. Masuknya Udo dan Likassa membuat Persik kini memiliki empat pemain asing, karena di tim masih ada Michael Ndubuisi dan Ngon Mamoun. "Kami harus menempuh berbagai upaya agar Persik bisa bangkit. Kami terlalu banyak kehilangan angka dan merekrut pemain baru diharapkan bisa mengubah situasi," terang Asisten Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo. Fortune Udo sebelumnya pernah mengikuti seleksi di Persib Bandung saat ajang Inter Island Cup lalu namun kurang menarik minat pelatih Persib, Djadjang Nurjaman. Striker asal Nigeria ini juga sudah pernah merasakan atmosfir kompetisi Indonesia. Tahun 2009, Udo bergabung bersama Arema Indonesia dan sempat memberikan empat gol dari 12 penampilan. Tahun berikutnya Udo ke Persikab Bandung pada 2009-2010 dan mencetak 38 gol dari 20 penampilannya. Fortune Udo kembali mengulang produktivitasnya bersama Persiba Bantul pada musim 2010-2011 dengan meraih predikat top skor Divisi Utama dengan torehan 25 gol. Setelah itu ia memilih bermain di Liga Vietnam. Sementara untuk Firaol Likassa, namanya belum begitu akrab di telinga karena baru menginjakkan kakinya di Indonesia. Persik Kediri bakal menjadi klub pertamanya di Indonesia setelah sebelumnya bermain untuk Melbourne FC. Likassa dua tahun lebih muda dibanding Fortune Udo. Dengan perubahan komposisi striker, maka kini Macan Putih memiliki empat striker murni. Dua nama lainnya adalah Dicky Firasat dan Dimas Galih Pratama.
Buang Boumsong, Persik Datangkan Udo dan Likassa
BolaSkor - Senin, 03 Maret 2014
- #Persik Kediri
- #Fortune Udo
- #Aris Budi
- #Jean Paul Boumsong
- #Melbourne Fc
- #Indonesia Super League
- #Isl
- #Firaol Likassa
- #Macan Putih
Bagikan
BERITA TERKAIT
Rabu, 24 Juni 2026
Revolusi Medis Sepak Bola: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Ciptakan Ekosistem Sports Medicine Pertama di Indonesia
Senin, 08 Juni 2026
Persija Rekrut STY dan Peralta, Persib Tak Gentar
Minggu, 31 Mei 2026
Jalani Empat Kompetisi, Skuad Persib Musim 2026/2027 Diperbesar
Sabtu, 23 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Persija Jakarta Tutup Musim Ini dengan Pesta Gol di JIS
Sabtu, 23 Mei 2026
Persebaya Ingin Tutup Super League dengan Kemenangan, Bernardo Tavares Minta Bonek Tak Nyalakan Flare
Jumat, 22 Mei 2026
Marc Klok Jadi Pemain Persib Paling Sedih Menjelang Penentuan Juara
Senin, 18 Mei 2026
Mauricio Souza Puji Comeback Mauro Zijlstra, Sinyal Jadi Andalan Musim Depan
Sabtu, 16 Mei 2026
Hasil Super League 2025/2026: Gustavo Almeida Brace, Persija Kalahkan Persik
Sabtu, 16 Mei 2026
Jordi Amat Ingin Persija Bungkam Persik untuk Obati Kekalahan dari Persib
PILIHAN EDITOR
Minggu, 21 Juni 2026
Deniz Undav, dari Pekerja Pabrik Menjadi Kartu AS Jerman di Piala Dunia 2026
Minggu, 21 Juni 2026
Siapa Eloy Room? Mantan Anak Didik Patrick Kluivert yang Jadi Pahlawan Curacao
Sabtu, 20 Juni 2026
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ketika Dominasi Statistik Tidak Berarti
Selasa, 16 Juni 2026
Tim-tim yang Mengakhiri Puasa Gol di Piala Dunia, dari Skotlandia hingga Swedia
Selasa, 16 Juni 2026
Daftar Langka Pelatih yang Kehilangan Jabatan saat Piala Dunia Berlangsung
Senin, 15 Juni 2026
Siapa Yasin Ayari? Mengapa Dia Tidak Merayakan Golnya ke Gawang Tunisia?
Minggu, 14 Juni 2026
Alex Grimaldo, Ahli Bola Mati Jebolan La Masia yang Hanya Kalah dari Lionel Messi
Minggu, 14 Juni 2026
Mengapa Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Justru Bisa Menjadi Pertanda Buruk?
Minggu, 14 Juni 2026
Profil Ayyoub Bouaddi: Wonderkid 18 Tahun Binaan Prancis yang Menyebrang ke Maroko, Bersinar Melawan Brasil di Piala Dunia 2026
Sabtu, 13 Juni 2026