Baru Berusia 23 Tahun, Cole Palmer Miliki Kualitas Pemain Kelas Dunia
BolaSkor.com - Laga debut Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea dilalui dengan positif ketika menang telak 5-1 atas Charlton Athletic di Piala FA.
Ujian berikutnya ada di depan mata, saat Chelsea akan menjamu Arsenal di Stamford Bridge, Kamis (15/01) pukul 03.00 dini hari WIB.
Rosenior masih berada pada fase memahami skuadnya, juga karakteristik pemain-pemain yang dimilikinya, tetapi satu nama menjadi perhatian: Cole Palmer.
Baca Juga:
Semifinal Piala Liga: Belajar dari Pengalaman Musim Lalu, Arsenal Siap Meladeni Chelsea
Prediksi dan Statistik Chelsea vs Arsenal: Ujian Berat di Laga Kandang Pertama Liam Rosenior
Siap Hadapi Arsenal, Liam Rosenior Yakin Chelsea Punya Modal untuk Raih Kemenangan
Kualitas yang dimiliki mantan pemain Manchester City itu menarik atensi Rosenior yang dinilainya memiliki talenta pemain kelas dunia.
Maksimalkan Bakat Cole Palmer
Palmer absen kontra Charlton karena diistirahatkan seperti beberapa pemain lainnya, dan Rosenior penasaran memahami permainan Palmer.
Eks pelatih Strasbourg itu menegaskan ingin memaksimalkan bakat yang dimiliki Palmer.
"Saya pikir Cole adalah talenta istimewa, seperti Moises Caicedo, Enzo Fernandez, Pedro Neto, dan Estevao (Willian) adalah talenta istimewa," kata Rosenior dikutip dari laman resmi Chelsea.
"Tugas saya adalah mengenalnya, terhubung dengannya, dan memahami apa yang dapat memaksimalkan potensinya."
Chelsea (Laman Resmi Chelsea)
"Itu membutuhkan waktu. Saya sangat bersemangat untuk bekerja dengannya."
"Hal yang menakutkan tentang Cole adalah dia sudah memiliki kemampuan kelas dunia, tetapi dia baru berusia 23 tahun."
Palmer juga pemain serba bisa, berkaki kidal, dengan kualitas teknik dan visi bermain yang dapat bermain di banyak posisi.
"Pemain bagus bisa bermain di mana saja," tambah Rosenior.
"Saya pernah melihat Cole bermain sebagai false nine, saya pernah melihatnya bermain di sayap kanan, saya pernah melihatnya bermain di sayap kiri, saya pernah melihatnya bermain sebagai pemain nomor 10. Dia adalah pemain kelas dunia."
"Tugas saya bukan hanya tentang dia, tetapi juga tentang fungsionalitas tim, di mana pemain lain dapat berperan di sekitarnya, tetapi saya ingin memberinya kebebasan untuk melakukan apa yang dia sukai, yaitu menciptakan dan mencetak gol."
"Saya ingin pemain saya mengekspresikan diri. Saya ingin mereka merasa bebas di lapangan, tetapi jika Anda ingin memenangkan sesuatu, Anda membutuhkan 11 pemain yang bersedia melakukan segalanya dengan dan tanpa bola," urainya.