Arsenal di Liga Champions: Sapu Bersih Kemenangan, Mencetak 23 Gol
BolaSkor.com - Tak butuh waktu lama bagi Arsenal untuk bangkit usai dikalahkan Manchester United (2-3) di Premier League.
Kembali bermain di Liga Champions, The Gunners menang 3-2 atas Kairat di Emirates Stadium, Kamis (29/01) dini hari WIB pada pekan delapan fase liga Liga Champions.
Dengan rotasi pemain yang dilakukan Mikel Arteta, Arsenal menang melalui gol Viktor Gyokeres (2'), Kai Havertz (15'), dan Gabriel Martinelli (36') yang membalas gol Jorginho (7' penalti) dan Ricardinho (90+4').
Baca Juga:
Superkomputer Prediksi Hasil Arsenal vs Kairat: The Gunners Akan Mencapai Kesempurnaan
Karena Taktik Bola Mati Arsenal, PGMOL Didesak Lakukan Perubahan Aturan
Legenda Manchester United Klaim Arsenal Beruntung Masih di Puncak Klasemen
Arsenal dominan dengan 65 persen penguasaan bola, juga dengan total melepaskan 19 tendangan, sembilan sepakan tepat sasaran.
Sapu Bersih Kemenangan
Hasil tersebut juga memastikan Arsenal mengakhiri fase liga sebagai pemuncak klasemen dengan perolehan poin sempurna: 24 poin.
Arsenal menang delapan kali, tanpa imbang dan kalah, mencetak 23 gol dan kebobolan empat gol.
Arteta bangga dengan kerja keras dari anak-anak asuhnya di fase liga, mengingat tak mudah menang delapan kali beruntun di Liga Champions.

Mikel Arteta (arsenal.com)
"Ya, saya sangat bangga dengan para pemain dan perjalanan yang kami lalui di tahap pertama kompetisi ini," ucap Arteta dilansir dari laman resmi Arsenal.
"Sangat sulit untuk memenangkan delapan pertandingan berturut-turut di Liga Champions, dan Anda bisa melihat apa yang terjadi pada semua tim (lainnya). Kami benar-benar perlu mengakui hal itu."
Arsenal juga memperlihatkan konsistensi bermain dan dapat menjadi modal untuk fase gugur, tetapi, Arteta juga memberi peringatan kepada timnya.
"Pada akhirnya, itu menunjukkan bahwa kami dapat secara konsisten tampil di level ini dan, jika ini pertama kalinya, betapa sulitnya melakukannya," imbuh Arteta.
"Para pemain perlu mengakui hal itu dan merasa lebih yakin tentang apa yang mampu kami lakukan. Tapi hanya itu. Sekarang kompetisi berhenti."
"Kami memiliki periode refleksi tentang apa yang telah kami lakukan."
"Kemudian kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan karena kita tahu bahwa kompetisi ini, sebuah tindakan dan sebuah momen dapat mengubah seluruh cerita, dan kami sangat menyadari hal itu," pungkasnya.