>Jakarta – Wigan Athletic membuat kejutan dengan mendepak Manchester City dari ajang Piala FA dalam dua musim beruntun, setelah tadi malam (9/3) meraih kemenangan spesial 1-2 di Stadion Eitihad pada babak perempat final.
>Penalti Jordi Gomez di babak pertama membuat tim tamu membuka keunggulan, sebelum James Perch memperlebar jarak di paruk kedua. Tuan rumah hanya mampu mencetak satu gol lewat Samir Nasri 20 menit jelang bubar. Wigan yang masih berjuang promosi dari divisi Championship, melaju ke semi final lawan Sheffield Wednesday di DW Stadium.>Statistik Pertandingan>Manchester City Shots: 12 On target: 3 Possession: 69% Corners: 7 Fouls: 10>Wigan Shots: 5 On target: 3 Possession: 39% Corners: 4 Fouls: 10>Analisis>Cukup adil jika menyebut Wigan pantas memenangkan pertandingan ini, karena tampil lebih konsisten sepanjang 90 menit. Jika tim tamu bekerja keras dan lebih terorganisir sepanjang pertandingan, tim besutan Manuel Pellegrini justru tampil di bawah performa terbaiknya.>Ini merupakan salah satu penampilan terburuk City musim 2013-14. Dengan kualitas materi pemain yang di atas rata-rata, tuan rumah tak sanggup mengintimidasi lawannya. Babak pertama dikuasai Wigan, yang bermain sederhana namun minim kesalahan. Sebaliknya, City kerap gagal dalam mengumpan hingga sulit menciptakan situasi berbahaya di zona terdalam pertahanan lawannya. Kondisi ini terus berlangsung hingga Nasri mencetak gol. Meski lebih hidup dan makin lepas, 20 menit waktu yang tersisa tak cukup bagi tuan rumah untuk menyamakan kedudukan.>Wigan boleh berbangga dengan penampilannya di Stadion Eitihad. Dengan skill individu tak sebaik lawannya, Wigan mampu menyuguhkan permainan syarat akan ambisi, penuh determinasi dan disiplin tinggi. Pasukan Owe Rosler juga menampilkan unit pertahanan solid, yang dipimpin Emmerson Boyce. Sementara lini tengahnya sanggup menciptakan gelombang serangan efektif peninggalan Roberto Martinez.>Pujian pantas disematkan pada Marc-Antonie Fortune dan Jordi Gomez, kecepatan dan pergerakan tanpa bolanya kerap merusak organisasi lini belakang City. Namun secara keseluruhan, seluruh pemain Wigan tampil bagus secara tim, terlihat dari rapihnya organisasi antar lini mereka. Tentu akan menjadi catatan tersendiri jika Wigan akhirnya sanggup mempertahankan gelar.>Penampilan Terbaik>Emmerson Boyce pantas mendapat predikat ini. Bek berusia 34 tahun tersebut benar-benar menjadi benteng tangguh di zona belakang Wigan, membuat lini depan City kerap frustasi. Di babak kedua, pemain yang sudah delapan musim berkostum Wigan ini acap kali melumpuhkan Edin Dzeko.>Penampilan Terburuk>Martin Demichelis kembali jadi titik lemah City. Pada proses terjadinya gol kedua Wigan, Callum McManaman begitu nyaman menembus benteng tuan rumah lantaran Demichelis seolah membiarkannya lewat hingga melepas umpan silang dari sisi kanan kotak penalti tuan rumah, dan diselesaikan dengan baik oleh Perch. Kecuali itu, Demichelis juga melanggar Fortune di kotak terlarang, yang menyebabkan penalti sekaligus gol pembuka Wigan di babak pertama.Analisis: Kenapa Wigan Pantas Tebas Manchester City
BolaSkor - Senin, 10 Maret 2014
Bagikan
BERITA TERKAIT
Minggu, 08 Februari 2026
Jeremy Jacquet dan 5 Penjualan Termahal dalam Sejarah Stade Rennais
Minggu, 08 Februari 2026
Jadwal Live Streaming Liverpool vs Manchester City, Laga Besar Premier League Tayang Minggu (08/02) Pukul 23.30 WIB
Minggu, 08 Februari 2026
Prediksi Starting XI Liverpool vs Manchester City: Adu Tajam Hugo Ekitike vs Erling Haaland
Minggu, 08 Februari 2026
Prediksi Hasil Liverpool vs Manchester City Versi Superkomputer: The Reds Punya Keunggulan Main di Anfield
Minggu, 08 Februari 2026
Prediksi dan Statistik Liverpool vs Manchester City: Duel Besar Beda Kepentingan
Kamis, 05 Februari 2026
Arsenal vs Manchester City di Final Piala Liga Inggris, Berikut Jadwal dan Statistiknya
Kamis, 05 Februari 2026
Marc Guehi Tak Bisa Main di Final Melawan Arsenal, Manchester City Mengemis kepada EFL
Kamis, 05 Februari 2026
Manchester City vs Arsenal di Final Piala Liga, Pep Guardiola Antusias
Kamis, 05 Februari 2026
Hasil Pertandingan: Inter Milan Tembus Semifinal, Manchester City Tantang Arsenal di Final Piala Liga
Rabu, 04 Februari 2026
Butuh Playmaker Pengalaman, Hansi Flick Dorong Barcelona Gaet Bernardo Silva
PILIHAN EDITOR
Minggu, 08 Februari 2026
Ketenangan yang Membentuk Mental Juara, Cerita Perjalanan Kevin Caesario Akbar dari Lapangan Golf
Sabtu, 07 Februari 2026
Mengenang The Munich Air Disaster, Ketika Tragedi Meruntuhkan Dinding Rivalitas
Minggu, 25 Januari 2026
7 Kemenangan Kandang Spesial Arsenal vs Manchester United, dari Hat-trick Alan Smith hingga Blunder Barthez
Rabu, 14 Januari 2026
Melihat Staf Kepelatihan Michael Carrick di Manchester United
Rabu, 14 Januari 2026
Profil Michael Carrick: Fans Newcastle, Penjaga Identitas Manchester United
Minggu, 11 Januari 2026
Cesar Meylan, Asisten John Herdman di Timnas Indonesia yang Meraih Emas Olimpiade
Sabtu, 10 Januari 2026
Nostalgia - Rivalitas Satu Abad Persib Bandung vs Persija Jakarta
Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Perjalanan Pelatih Baru Chelsea, Liam Rosenior di Dunia Sepak Bola
Minggu, 04 Januari 2026
Asal-usul Roses Derby: Pertarungan Sengit Leeds United vs Manchester United yang Bermula Sejak Abad Ke-15
Sabtu, 03 Januari 2026