5 Fenomena Pembunuh Raksasa Terbesar dalam Sejarah Piala FA
BolaSkor.com - Salah satu aspek yang menambah bumbu keseruan menonton sepak bola adalah momen ketika tim non-unggulan mengalahkan tim besar.
Momen itu juga kerapkali disebut sebagai fenomena 'Pembunuh Raksasa' (Giant Killing) di turnamen seperti Piala FA atau Piala Liga.
Kata raksasa tidak merujuk sepenuhnya kepada klub-klub besar karena bisa jadi itu klub-klub yang bermain di divisi yang lebih tinggi, seperti tim Championship melawan Premier League.
Baca Juga:
Jadwal Live Streaming Piala FA Manchester City vs Exeter, Kick-off Sabtu (10/01) Pukul 22.00 WIB
Tularkan Pengalaman sebagai Eks Pemain, Darren Fletcher Ingin Manchester United Juara Piala FA
Fenomena itu terjadi musim ini di putaran tiga Piala FA, ketika Wrexham AFC menyingkirkan Nottingham Forest (4-3 adu penalti setelah imbang 3-3 di waktu normal), serta Macclesfield menang 2-1 atas Crystal Palace.
Sejarah juga mencatat lima momen besar fenomena pembunuh raksasa di Piala FA. Apa saja?
1. Wrexham 2-1 Arsenal (1992)
Tim yang berada di divisi empat sepak bola Inggris, kesulitan di urutan 18, melawan juara bertahan Divisi Satu (format lama sebelum Premier League).
Di atas kertas, Arsenal arahan George Graham diunggulkan, tetapi faktanya? Tidak seperti prediksi.
Kendati sempat unggul dari gol Alan Smith, Wrexham menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas pemain berusia 37 tahun, Mickey Thomas, dan menang dramatis melalui gol Steve Watkin.
2. Chelsea 2-4 Bradford (2015)
Skenario bak berjalan dengan baik ketika Chelsea sudah unggul 2-0 di Stamford Bridge kontra tim League One, Bradford.
Tapi tim yang terpaut 49 peringkat dari Chelsea tersebut memberikan perlawanan sengit, mengejutkan Chelsea-nya Jose Mourinho.
Gol dari Jon Stead, Filipe Morais, Andy Halliday, dan Mark Yeates membalikkan keunggulan hingga Bradford menang 4-2 atas Chelsea yang diperkuat pemain seperti Petr Cech, Didier Drogba.
3. Macclesfield 2-1 Crystal Palace (2026)
Sebagai juara bertahan Piala FA 2024-2025, perjalanan Crystal Palace relatif cepat setelah musim lalu menjadi sorotan usai mengalahkan Manchester City di final.
Klub non-liga, Macclesfield, menghadirkan fenomena pembunuh raksasa dengan kemenangan 2-1 melalui gol Paul Dawson dan Isaac Buckley-Ricketts.
Keriuhan pecah dan fans menyerbu ke tengah lapangan Moss Rose usai peluit tanda habisnya pertandingan ditiup.
4. Burnley 1-0 Liverpool (2005)
Musim debut Rafael Benitez melatih Liverpool diwarnai dengan ucapan 'selamat datang' dari Burnley besutan Steve Cotterill, yang bermain di Championship.
Memanfaatkan rotasi pemain Liverpool, Burnley mampu mengejutkan The Reds dengan kemenangan 1-0 melalui gol bunuh diri Djimi Traore.
5. Bournemouth 2-0 Manchester United (1984)
Juara bertahan Piala FA dikejutkan oleh klub dari divisi tiga saat itu, Bournemouth, yang dilatih oleh Harry Redknapp.
Kendati memiliki pemain seperti Bryan Robson dan Norman Whiteside, Man United faktanya kesulitan mencetak gol.
Dua gol Bournemouth dari Milton Graham dan Ian Thompson cukup jadi pembeda, menghadirkan salah satu satu fenomena pembunuh raksasa terbesar di Piala FA.