3 Pekerjaan Penting yang Dihadapi Liam Rosenior di Chelsea
BolaSkor.com - Pelatih baru Chelsea, Liam Rosenior, tiba dengan optimisme, tetapi kekalahan 1-2 di Fulham menggarisbawahi besarnya tugas yang ada di depannya.
Pelatih berusia 41 tahun itu menggambarkan penunjukannya sebagai salah satu momen paling membanggakan dalam hidupnya.
Namun kenyataan dia kini menghadapi pekerjaan terbesar dalam hidupnya.
Baca Juga:
Bermain dengan 10 Pemain, Chelsea Kalah di Derby London
Hasil Premier League: Duo Manchester Imbang, Chelsea Tumbang di Markas Fulham
Melihat Perjalanan Pelatih Baru Chelsea, Liam Rosenior di Dunia Sepak Bola
Di tribun Craven Cottage, Rosenior menyaksikan tim yang diwarisinya merosot ke posisi kedelapan klasemen.
Chelsea hanya memenangkan satu dari sembilan pertandingan liga terakhir mereka dan dua dari 11 pertandingan di semua kompetisi.
The Blues harus mengejar ketertinggalan untuk mencapai tujuan minimum mereka musim ini, lolos ke Liga Champions.
Berikut tiga pekerjaan berat yang dihadapi Rosenior di dalam dan luar lapangan.
Membangun Hubungan dengan Suporter

Hubungan Chelsea dengan para suporter memang belum rusak, setidaknya hubungan itu sedang memburuk.
Hanya beberapa jam setelah Rosenior dikonfirmasi, Chelsea Supporters' Trust merilis survei yang sangat kritis.
Di antara poin-poin utama adalah bahwa lebih dari setengah responden meragukan Chelsea akan meraih kesuksesan dalam tiga hingga lima tahun ke depan di bawah rezim saat ini.
Kurangnya kepercayaan yang serupa juga terlihat pada pengambilan keputusan pemilik.
Rosenior pasti tahu bahwa dia sendiri bisa menjadi sasaran jika hasil tidak segera datang.
Memperbaiki Inkonsistensi

Chelsea telah menghabiskan lebih dari 1,5 miliar poundsterling untuk pemain baru sejak 2022.
Meski mereka telah mengumpulkan lebih dari 750 juta pounds melalui penjualan pemain, hasilnya tidak sesuai dengan skala investasi.
Sebagian besar kritik berfokus pada klub yang membentuk skuad termuda di Premier League, dengan rata-rata sebelas pemain inti berusia di bawah 24 tahun.
Chelsea telah menunjukkan kilasan kualitas tetapi sering kehilangan kendali dan kehilangan poin.
Mantan pelatih Maresca menyoroti masalah ini setelah timnya kehilangan 15 poin, jumlah tertinggi di liga, dari posisi unggul musim ini.
Rosenior menghadapi kekhawatiran serupa di Strasbourg, dengan usia rata-rata sekitar 21 tahun, kehilangan 13 poin dari posisi unggul dan hanya memenangkan dua dari 10 pertandingan Ligue 1 terakhir mereka.
Menyelesaikan Masalah Disiplin

Chelsea (x/chelseaphotos)
Chelsea bermain dengan 10 pemain di Fulham ketika Marc Cucurella diusir karena menarik Harry Wilson.
Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, membela Cucurella.
"Banyak yang mempermasalahkan kartu merah musim ini. Saya rasa ini bukan masalah disiplin. Ini sepak bola. Anda terjebak dalam situasi satu lawan satu dan Marc adalah salah satu bek terbaik di dunia," ujar dia.
Sejak awal musim 2023-24, Chelsea telah menerima 251 kartu kuning dan 11 kartu merah.
Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di antara klub Premier League lainnya.
Mereka telah menerima lima kartu merah di liga musim ini.