3 Hal yang Bisa Diharapkan dari Alvaro Arbeloa di Real Madrid
BolaSkor.com - Memecat pelatih bak menjadi tren pada awal 2026 dengan adanya tiga pelatih yang dipecat secara mendadak.
Diawali dari pemecatan Enzo Maresca di Chelsea dan Ruben Amorim di Manchester United, Real Madrid kini berpisah jalan dengan Xabi Alonso.
"Real Madrid ingin mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama," tutur pernyataan di laman resmi Madrid.
Tidak butuh waktu lama, Madrid menunjuk eks pemain lainnya, Alvaro Arbeloa, sebagai pelatih baru.
Baca Juga:
Real Madrid vs Barcelona Legends Akan Getarkan GBK, Sambut 500 Tahun Jakarta
Xabi Alonso Dipecat, Alvaro Arbeloa Jadi Pelatih Baru Real Madrid
Rating Pemain Barcelona dan Real Madrid di Final Piala Super Spanyol: Raphinha Bintang Laga
"Real Madrid dengan ini mengumumkan bahwa Alvaro Arbeloa akan menjadi pelatih tim utama yang baru," tambah pernyataan dari Madrid.
"Alvaro Arbeloa telah menjadi pelatih Castilla sejak Juni 2025, dan telah menghabiskan seluruh karier kepelatihannya di akademi muda Real Madrid sejak 2020."
Sudah berada di Madrid sejak 2020, Arbeloa melatih Madrid U-14 dan kemudian U-16, serta pengalaman tiga tahun di tim U-19, sebelum menggantikan Raul Gonzalez sebagai pelatih Madrid Castilla.
Diyakini Cadena Cope, kedekatan dengan Presiden Madrid, Florentino Perez, jadi alasan Arbeloa jadi suksesor Alonso sebagai pelatih tim utama Madrid. Lantas apa saja yang dapat diharapkan dari Arbeloa?
1. Cara Tim Arbeloa Bermain
Melatih dengan total 200 laga untuk tim akademi Madrid, Arbeloa telah mencatatkan 151 kemenangan dan sangat sukses di setiap level.
Arbeloa sering menggunakan taktik 4-3-3 dengan dua full-backs sering naik membantu serangan, bermain melebar, dan ia mementingkan permainan dari kedua sisi sayap.
Permainan dari sayap itu dibarengi dengan nomor sembilan (striker) tradisional, penyerang sayap yang melakukan tusukan, dan gelandang jangkar yang melapis lini belakang.
Saat timnya tak menguasai bola, Arbeloa juga menerapkan sistem pressing (menekan) dan menginginkan timnya merebut bola jauh di pertahanan lawan, kemudian dengan cepat melakukan serangan balik.
2. Karakter Arbeloa
Madrid menggambarkan mantan full-back timnas Spanyol sebagai pelatih modern, yang memberikan lebih banyak sisi profesionalisme saat melatih tim-tim muda Madrid.
Arbeloa juga menggunakan teknologi dalam metode kepelatihannya kala menganalisis sesi latihan, pertandingan, dan juga merekam melalui drone.
Arbeloa seringkali membuat keputusan yang tegas di tengah jalannya laga untuk mengubah jalannya pertandingan.
Di satu sisi berbeda, passion yang dimiliki Arbeloa juga cocok dengan identitas Madrid karena ia sering berbicara dengan lantang saat mengajukan komplen ke wasit, membela kepentingan klub. Arbeloa juga dapat memotivasi pemainnya untuk bekerja keras.
3. Dibandingkan dengan Alonso
Dari sisi pendekatan dan bentuk bermain, Arbeloa tak menghadirkan perubahan besar jika dibandingkan dengan Alonso.
Arbeloa terlihat sedikit kurang fleksibel ketimbang Alonso dengan cara timnya bertahan, dengan garis ketahanan yang tinggi.
Perbedaan jelas akan terlihat dari sisi karakter, karena Alonso dikenal sebagai sosok yang tenang namun Arbeloa sebagai pemimpin yang lebih emosional, ekspresif.