Ragam Feature Inggris Berita

3 Alasan Mengapa Manchester United Akan Berakhir di Empat Besar Premier League

Arief Hadi - Rabu, 21 Januari 2026

BolaSkor.com - Kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City merupakan pesan dari Red Devils.

Kendati dibuat geger baru-baru ini dengan keputusan manajemen memecat Ruben Amorim, Man United tetap membidik empat besar Premier League atau zona Liga Champions.

Man United mengakhiri musim 2025-2026 tanpa trofi tetapi di bawah pelatih baru, Michael Carrick, yang akan melatih hingga akhir musim.

Baca Juga:

Real Madrid Punya Pertimbangan Lain, Manchester United Terdepan dalam Perburuan Ruben Neves

Manchester United Tidak Akan Memenangi Premier League jika Terus Dilatih Michael Carrick

Respons Tantangan Lisandro Martinez, Legenda Manchester United: Terlalu Bernyali untuk Pemain Belum Teruji

Man United masih ambisius untuk mengamankan tempat di empat besar dan ada alasan atau sejumlah faktor kuat untuk meyakininya. Apa saja?

1. Fokus

Selebrasi
Selebrasi Manchester United (Laman resmi Premier League)

Tersingkir dini di Piala Liga dan Piala FA, Man United untuk kali pertama memainkan laga paling sedikit dalam semusim sejak terakhir terjadi sebelum Perang Dunia Satu (40 laga).

Pemberitaan mengenai Man United besar karenanya tapi dengan fokus satu-satunya di Premier League, memberikan keuntungan untuk klub.

Selain skuad yang lebih bugar karena tak memainkan jadwal padat, persiapan jelang laga lebih panjang, dan bukan kali ini saja cerita mengenai klub besar yang diuntungkan karena tak bermain di Eropa atau banyak kompetisi, kemudian fokus di liga.

Itu bisa dilihat dari Setan Merah lainnya di Italia, AC Milan yang bahkan memburu titel liga melawan rival sekota, Inter Milan.

2. Inkonsistensi Rival

Liverpool
Liverpool gagal menang di Craven Cottage (Anfield Index)

Tiga tempat teratas di Premier League sudah hampir pasti ditempati Arsenal, Manchester City, dan Aston Villa, kecuali jika Man City atau Villa terus kalah dan itu kecil kemungkinan terjadi.

Jadi, persaingan merebutkan tempat di zona Liga Champions lebih ketat pada posisi empat antara Man United, Liverpool, Chelsea, Brentford, Newcastle United, dan Brighton & Hove Albion.

Namun jika dibandingkan dengan Man United, tim-tim lain inkonsisten.

Liverpool arahan Arne Slot lebih sering imbang belakangan ini, juga membagi fokus ke kompetisi lain seperti halnya Chelsea, yang dilatih peramu taktik minim pengalaman, Liam Rosenior.

Chelsea juga tak konsisten bermain karena banyak memiliki pemain muda di dalam skuad mereka.

Begitu juga Brentford yang tak punya cukup pengalaman untuk bertarung di zona Liga Champions, dilatih Keith Andrew yang baru melatih di musim debut.

3. Momentum

Bruno Fernandes dan Michael Carrick (Getty Images)

Di bawah arahan Michael Carrick, Man United menemukan gairah atau semangat baru dalam bermain.

Carrick juga berusaha mewujudkan target lolos Liga Champions dan ia melatih tanpa beban, nothing to lose, karena kontraknya kini hingga akhir musim.

Salah satu kelebihan Carrick dalam melatih, selain merupakan eks pemain Man United, ia juga berpengalaman melatih dan menunjukkan kualitasnya di Middlesbrough.

Satu aspek lainnya yang menjadi nilai positif adalah penempatan pemain sesuai posisi terbaiknya.

Bruno Fernandes bermain lebih lepas sebagai gelandang serang dengan peran ofensif lebih banyak ketimbang bermain, begitu juga Amad Diallo pada posisi penyerang sayap bukan bek sayap.

Harry Maguire yang kembali berduet dengan Lisandro Martinez juga menambah kekuatan di lini belakang Man United.

Jika skuad dalam kondisi bugar, tanpa pemain cedera, hingga akhir musim dan momentum bermain dimiliki, target empat besar realistis untuk dikejar.

Bagikan

Baca Original Artikel